SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memastikan pembangunan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara mulai berjalan pada April 2026. Proyek ini digarap bersama Kementerian Pekerjaan Umum dengan total anggaran Rp68 miliar.
Dari total tersebut, Rp48 miliar berasal dari pemerintah pusat dan Rp20 miliar dari Pemprov Sulsel. Pekerjaan ditargetkan membuka akses wilayah yang selama ini terisolir akibat kondisi jalan ekstrem.
Kepala Bidang Jalan Dinas BMBK Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan proyek saat ini masih dalam tahap administrasi awal. Kontrak pekerjaan direncanakan mulai efektif pada awal April 2026.
"Masih tahap SPPBJ. Rencana kontrak efektif mulai awal April," ujarnya dalam keterangan yang diterima SULSEL ZONE, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Pemprov Sulsel Kebut Perbaikan Jalan di Luwu Raya, Akses Seko Jadi Prioritas
Untuk paket dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, kontrak sudah diteken sejak Desember 2025 dan pekerjaan telah berjalan. Sementara itu, paket dari Pemprov Sulsel masih menunggu penyelesaian proses administrasi.
Pembangunan ini menjadi langkah strategis membuka keterisolasian Seko yang selama ini hanya diakses melalui jalur berlumpur, berbatu, dan jembatan kayu. Sebelumnya, Pemprov Sulsel juga telah membuka akses awal sepanjang 15,45 kilometer melalui program Instruksi Jalan Daerah.
Pada tahap awal, proyek mencakup pembangunan jalan beraspal dan penanganan titik longsor. Penanganan dilakukan dengan pengerukan material serta perbaikan tebing secara bertahap.
“Peningkatan jalan eksisting, termasuk opsi pengalihan trase di beberapa titik apabila memungkinkan,” jelasnya.
Baca juga: Bantuan Pemprov Sulsel Tuntaskan Perbaikan Jalan di Luwu, Akses Warga Kini Lebih Nyaman
Pembagian pekerjaan dilakukan berdasarkan segmen ruas jalan antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum fokus pada peningkatan jalan, sementara Pemprov Sulsel menangani titik rawan longsor.
"Penanganan dilakukan pada segmen yang berbeda," tambahnya.
Proyek ini ditargetkan rampung secara fisik pada 2026, sementara akses penuh hingga Seko direncanakan selesai bertahap hingga 2027. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan kelancaran pembangunan.
Dengan terbukanya akses jalan, distribusi logistik di wilayah pegunungan diharapkan semakin lancar. Selain itu, konektivitas ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel