SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mempercepat peningkatan infrastruktur jalan di Luwu Raya dengan memproses dua paket proyek strategis melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Berdasarkan data SPSE, paket VI perbaikan jalan mencakup tujuh ruas vital yang menghubungkan kabupaten dan kota di Luwu Raya. Total panjang ruas yang ditangani mencapai puluhan kilometer, mulai dari jalur penghubung Toraja Utara hingga akses strategis di Kota Palopo.
Sejumlah ruas yang masuk paket tersebut antara lain Batas Toraja Utara-Pantilang-Bua, Tedong Bonga-Buntao-Batas Luwu, hingga Pantilang-Bonglo-Batas Kota Palopo. Tiga ruas lain berada di wilayah Kota Palopo, termasuk Jalan Samiun, Opu Tosappaile, dan Pong Simpin.
Baca juga: Sekda Sulsel Tegaskan Pemekaran Luwu Raya Harus Ikuti Aturan, Singgung Syarat Provinsi Baru
Kepala Dinas BMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan proses lelang paket VI saat ini masih berada pada tahap pembukaan dokumen. Ia menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada akhir Februari jika proses berjalan lancar.
"Informasi terakhir sementara pembukaan dokumen lelang. Insyaallah dipercepat, mudah-mudahan bisa dikerjakan akhir Februari," ujar Andi Ihsan dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Untuk mempercepat realisasi proyek, Dinas BMBK Sulsel terus berkoordinasi dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel. Langkah ini dilakukan agar tahapan administrasi tidak menghambat pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyiapkan paket perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, yang selama ini dikenal memiliki medan ekstrem. Akses menuju wilayah tersebut masih didominasi jalan berlumpur, berbatu, serta jembatan kayu yang menyulitkan mobilitas warga.
Baca juga: Komisaris Utama Bank Sulselbar Hadiri Serah Terima LHP BPK, Dorong Penguatan Kinerja
Dalam proyek Seko, Pemprov Sulsel menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum melalui skema pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar dari APBD.
"Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang," kata Andi Ihsan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan bahwa seluruh paket infrastruktur tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun Luwu Raya. Menurutnya, peningkatan jalan menjadi kunci pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel