Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 JULI 2026 • 11:37 WIB

Mengenang Jasa Pejuang, Ini Lokasi Taman Makam Pahlawan di Kabupaten Sulawesi Selatan

Mengenang Jasa Pejuang, Ini Lokasi Taman Makam Pahlawan di Kabupaten Sulawesi SelatanMakam Sultan Hasanuddin di Makassar" data-author="Gemini AI" data-credit="Gemini AI" data-source="null">Foto ilustrasi Kompleks Taman Makam Sultan Hasanuddin di Makassar (Gemini AI)

SULSEL - Beberapa pekan ke depan, seluruh warga Indonesia akan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81, hari yang sangat dinantikan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya upacara yan biasanya diselenggrakan di biasanya di Taman Makam Pahlawan yang berada di Kabupaten Sulawesi Selatan.

Di Sulawesi Selatan terdapat banyak Taman Makam Pahlawan yang berlokasi di kota dan kabupaten dan biasanya dirangkai dengan apel kehormatan dan renungan suci menjelang HUT RI kemerdekaan.

Hal ini biasa dilakukan oleh instansi pemerintah sebagai bentuk semangat patriotisme dan menumbuhkan kesadaran berbangsa bagi generasi penerus di momen jelang HUT RI ke-81 mendatang.

Baca juga: Rekomendasi Destinasi Wisata Edukasi: Monumen Pahlawan di Pantai Losari hingga Kabupaten di Makassar

2 Pahlawan Nasional yang Dimakamkan di Sulawesi Selatan

Pulau Sulawesi punya riwayat panjang perlawanan terhadap penjajah, mulai dari peristiwa Makassar (1660-1669) hingga aksi gerilya yang dilakukan oleh pasukan pimpinan Ranggong Daeng Romo dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pulau ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir tiga tokoh perjuangan yang lahir di luar Sulawesi. Pejuang-pejuang ini adalah orang yang sangat menginspirasi yang berjuang membebaskan Nusantara dari rantai penjajahan.

1.       Pangeran Diponegoro (Makassar, Sulawesi Selatan)

Pangeran Diponegoro menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di Makassar. Setelah diringkus oleh pasukan pimpinan  Jenderal Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830.

Sebagai akhir dari Perang Jawa (1825-1830) yang melelahkan pemerintah colonial Belanda, putra sulung Sultan Hamengkubuwono II ini dibuang ke Manado bersama anak, istri, dan sejumlah pengikut setianya.

Pangeran Diponegoro hanya tinggal 4 tahun di Manado hingga kahirnya dipindahkan ke Makassar pada tahun 1834.

Sepanjang 21 tahun berikutnya, pangeran yang lahir dengan nama Bendara Raden Mas Antawirya tersebut menghabiskan hari-harinya di salah satu sudut penjara Benteng Fort Rotterdam.

Diponegoro wafat pada 8 Januari 1855 dan dikebumikan tak jauh dari Fort Rotterdam. Melalui Kepres no.87/TK/1973 pangeran Diponegoro diangerahkan status Pahlawan Nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik.com, IDN Times, Galeriwisata.wordpress.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenang Jasa Pejuang, Ini Lokasi Taman Makam Pahlawan di Kabupaten Sulawesi Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!