Ilustrasi senjata tajam. (Foto: Freepik)
SULSEL - Seorang pria berinisial A (33) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengamuk hingga melukai tiga orang di jalanan menggunakan senjata tajam. Insiden itu menewaskan seorang guru perempuan berinisial B (49) akibat ditikam.
Kapolsek Segeri AKP Sofyanto mengatakan, aksi pelaku bermula saat ia menawarkan tumpangan kepada seorang perempuan berinisial H (48) di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Minggu (14/9/2025) sore. Namun tawaran itu ditolak karena korban menduga pelaku dalam kondisi mabuk.
"Korban sementara berjalan tiba-tiba pelaku singgah menawarkan tumpangan kepada korban akan tetapi ditolak mengira pelaku mabuk dan korban tetap dipaksa naik sepeda motor dengan cara menarik paksa korban," ujarnya.
Sofyanto menuturkan, saat korban menolak, pelaku tetap memaksa hingga akhirnya menusuk tangan korban dengan pisau kecil yang tergantung di kuncinya. Korban berhasil melarikan diri meski mengalami luka gores.
Baca juga: Tersangka Kerusuhan Makassar Bertambah Jadi 53 Orang, 10 Pelaku Terlibat Penjarahan ATM Rp320 Juta
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian menghadang sebuah mobil pikap dan menikam sopir berinisial I (25) menggunakan obeng. Sopir yang terluka langsung kabur bersama rekannya, meninggalkan kendaraan di lokasi.
"Korban mengalami luka gores, ia bersama temannya lari meninggalkan mobilnya," jelas Sofyanto.
Dari dalam mobil korban, pelaku mengambil sebilah parang dan kembali melanjutkan aksinya. Saat kabur, ia bersenggolan dengan seorang guru perempuan berinisial B yang mengendarai motor hingga keduanya pun terjatuh.
"Setelah itu, pelaku bangkit dan berjalan membawa sebilah parang ke arah perempuan tersebut lalu menghunuskan parangnya dari sarungnya langsung menikam dan memarangi korban," tuturnya.
Menurut Sofyanto, korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun ia dikejar hingga terjatuh. Bahkan, helm dan ponselnya dihancurkan pelaku.
Baca juga: Penyanyi Feby Putri Resmi Dipersunting Kekasih, Gelar Pernikahan Adat Bugis di Makassar
"Setelah itu pelaku menggunakan sepeda motor korban pergi," terangnya.
Korban B akhirnya dibawa ke Puskesmas Segeri dengan kondisi luka parah di dada, punggung, dan tangan. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi yang menerima laporan segera bergerak dan menangkap pelaku di rumahnya. Barang bukti parang yang digunakan juga turut diamankan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan