Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Lansia di Parepare Ditemukan Tewas di Teras Rumah, Diduga Kecapean usai Berkebun

Author

Ilustrasi. (Foto: iStock)

SULSEL - Seorang pria lansia bernama Syarifuddin (63) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ditemukan tergeletak tak bernyawa di teras rumahnya oleh petugas PDAM. Korban diduga meninggal karena kelelahan usai berkebun.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kejayaan, Perumnas, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, pada Selasa pagi (10/2/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu, petugas PDAM datang untuk mencatat meteran air di rumah korban.

"Kebetulan yang temukan pertama kali itu pegawai dari PDAM. Tujuannya ke sini untuk mencatat meteran air, ternyata posisi meteran itu berada di dekat mayat tersebut," kata Kapolsek Bacukiki, AKP Bustan.

Baca juga: Lapak PKL Mendadak Dicet Kuning Jelang Penertiban, Pemkot Makassar Tegaskan Tetap Dibongkar

Bustan menduga korban meninggal dunia akibat kelelahan atau faktor kesehatan. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya satu tandan pisang di samping jasad korban.

"Diperkirakan karena kecapean. Kebetulan di sampingnya terdapat satu tandan buah pisang," tuturnya.

Menurut polisi, pisang tersebut diduga baru saja dibawa korban dari kebun. Pasalnya, korban diketahui memiliki kebun tepat di depan rumah tempat ia ditemukan meninggal.

"Kemungkinan dari kebun, karena memang ada kebunnya tepat di depan rumah korban," jelas Bustan.

Baca juga: Mahasiswa Parepare Tewas Gantung Diri di Kafe, Diduga Alami Masalah Kampus

Usai menerima laporan warga, polisi langsung menuju lokasi kejadian dan memasang garis polisi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga area tetap steril sebelum pemeriksaan lanjutan.

"Kami segera mengamankan lokasi agar tidak disentuh oleh warga sekitar. Kami berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Bustan.

Bustan menambahkan, korban selama ini tinggal di bangunan yang berada di belakang rumah saudaranya. Pihak keluarga mengaku terkejut karena korban masih beraktivitas normal beberapa hari sebelumnya.

"Informasi dari saudaranya, waktu hari Minggu korban masih sempat diantar mengambil mobil ke daerah Juwata," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU