SULSEL - Aksi teror menyasar rumah Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, usai diserang orang tak dikenal (OTK) menggunakan batu dan bom molotov. Serangan itu mengakibatkan kaca jendela pecah dan lantai teras rumah rusak.
Peristiwa terjadi pada Sabtu (31/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA saat penghuni rumah tengah terlelap. Lemparan bom molotov sempat memicu api di bagian depan rumah sebelum berhasil dipadamkan warga sekitar.
Kepala Desa Padang Kalua, Umi, mengungkapkan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian karena sedang berada di Jakarta. Namun, dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah berada di dalam rumah ketika serangan berlangsung.
"Penyerangannya subuh. Saya sedang di Jakarta, tapi anak saya yang masih SMA cewek dan SD yang cowok ada di dalam rumah tidur," ujar Umi.
Ia menjelaskan, pelaku melempar batu ke arah jendela hingga kaca pecah, lalu melempar bom molotov ke teras rumah. Api sempat menyala namun cepat dipadamkan oleh warga sekitar.
"Depan rumah itu bom molotov sempat bikin terbakar, tapi anak-anak cepat matikan," katanya.
Umi menduga penyerangan tersebut berkaitan dengan konflik antar pemuda Desa Padang Kalua dan Desa Tanarigella. Ia menyebut ketegangan sebelumnya sempat terjadi di kawasan lampu merah Kecamatan Bua beberapa hari sebelum insiden.
Baca juga: Tukang Tewas Tersengat Listrik Saat Mengecat Atap Rumah Kost di Makassar
"Kayaknya berawal dari perempatan lampu merah Bua, antara Desa Tanarigella dan Desa Padang Kalua," ungkapnya.
Ia pun meminta kepolisian bertindak cepat mengungkap dan menangkap pelaku. Menurutnya, aksi tersebut sangat membahayakan dan menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
"Kalau dibiarkan berkeliaran pasti masyarakat juga resah, apalagi selama ini kalau kacau hanya didamaikan saja jadi tidak kapok," tegas Umi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan