Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 10:15 WIB

Kuli Bangunan Tersengat Listrik Saat Perbaiki Dapur MBG di Pangkep, Luka Bakar Capai 75 Persen

Author

Kuli bangunan tersengat listrik dirawat intensif di RSUD Batara Siang Pangkep. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Seorang kuli bangunan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengalami luka bakar serius setelah tersengat listrik saat memperbaiki atap dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut dialami Syahrul (20) saat bekerja di bangunan dapur SPPG 02 Bungoro, Jalan Poros Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Senin (29/12/2025) pagi. Insiden itu langsung menyita perhatian warga karena korban tersengat jaringan listrik bertegangan tinggi.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ketika korban bekerja bersama dua rekannya dengan pembagian tugas berbeda. Saat menarik adukan semen ke atap, korban tanpa sengaja menyentuh kabel listrik yang berada sangat dekat dengan area kerja.

"Korban saat menarik campuran ke atas atap tanpa sadar menyentuh kabel listrik dan langsung tersengat," ujar Saleh.

Baca juga: Pria di Gowa Tusuk Paman Pakai Tombak usai Cekcok Soal Warisan

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban tersengat aliran listrik jaringan menengah berkekuatan sekitar 20 ribu volt. Sengatan tersebut menyebabkan luka bakar parah di tubuh korban.

"Kondisi korban saat ini mengalami luka bakar sekitar 75 persen dan masih dirawat di RSUD Batara Siang Pangkep," terangnya.

Polisi kini menyelidiki dugaan kelalaian pihak pemberi kerja terkait keselamatan kerja di lokasi tersebut. Dalam pemeriksaan awal, diketahui korban tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di area berisiko tinggi.

Baca juga: Pemprov Sulsel Terapkan WFA Bagi ASN Selama 5 Hari, Catat Tanggalnya!

"Kami mendalami unsur kelalaian karena jarak kabel listrik sangat dekat dan korban sama sekali tidak menggunakan alat keselamatan," ungkap Saleh.

Ia menambahkan, pihak PLN sebelumnya telah mengingatkan pemilik bangunan agar pekerjaan dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat. Namun, peringatan tersebut diduga tidak diindahkan.

"Pemilik ruko sudah diperingatkan oleh PLN agar pekerjaan di atap menggunakan alat safety karena tegangan listrik sangat dekat," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU