SULSEL - Presiden Prabowo Subianto mengecam keras kericuhan demonstrasi yang berujung pembakaran Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia menilai tindakan itu bukan lagi penyampaian aspirasi, melainkan bentuk makar.
Prabowo menegaskan, insiden yang menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, aksi anarkis tersebut telah merusak tatanan demokrasi dan mengorbankan nyawa orang tak bersalah.
Baca juga: Demo Mahasiswa di DPRD Palopo Ricuh Berujung Gedung Hancur Diobrak-abrik
"Di Sulawesi Selatan, empat ASN yang tidak berpolitik menjadi korban. Gedung DPRD dibakar, ini jelas tindakan makar, bukan penyampaian aspirasi," ujar Prabowo kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Dia menyebut, aparat kini tengah menyelidiki dalang di balik kerusuhan tersebut. Prabowo menegaskan tidak akan gentar menghadapi kelompok perusuh maupun mafia yang merusak stabilitas bangsa.
"Siapa pun yang coba mengganggu, saya akan hadapi. Saya bertekad memberantas korupsi dan melindungi rakyat dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan pembangunan nasional," tegasnya.
Baca juga: Remaja Ditangkap usai Bobol Toko Ponsel di Sidrap, Gasak 11 iPhone Senilai Rp 150 Juta
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menghormati hak warga dalam menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan bahwa demonstrasi diatur undang-undang dan wajib menghormati ketentuan izin serta batas waktu hingga pukul 18.00 WIB.
Diketahui, kericuhan pecah di sejumlah titik Kota Makassar pada Jumat (29/8) malam. Gedung DPRD di Jalan AP Pettarani dibakar massa, mengakibatkan korban jiwa Saiful Akbar, Sarinawati, dan Muhammad Akbar Basri, serta tujuh orang lainnya terluka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA