SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat transformasi perpustakaan dan budaya literasi untuk menghadapi era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), seiring keberhasilan mempertahankan peringkat pertama nasional dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini menegaskan posisi Sulsel sebagai daerah dengan ekosistem literasi yang terus berkembang.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Webinar ASN Adaptif Seri 60 yang digelar di Sulsel, Kamis (21/5/2026), hasil kolaborasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buku Nasional dan Hari Arsip Nasional.
Kepala BPSDM Sulsel, Muhammad Jufri, menegaskan penguatan literasi menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM. Program ASN Adaptif disebut konsisten dijalankan untuk meningkatkan kompetensi aparatur.
"Konsisten melaksanakan ini karena bagian dari amanah undang-undang bahwa setiap ASN wajib mengembangkan kompetensinya," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Sulsel Genjot Literasi Masyarakat, Perpustakaan Jadi Motor SDM Unggul
Ia menilai transformasi perpustakaan harus berjalan seiring perkembangan teknologi digital. Hal ini penting agar literasi tetap relevan di tengah arus informasi dan kemajuan AI.
Pustakawan Utama Dispusarsip Sulsel, Moh Hasan, menekankan pentingnya arsip sebagai fondasi peradaban. Ia mengingatkan bahwa menjaga arsip berarti menjaga budaya dan kepastian hukum.
"Jika tidak ingin kehilangan budaya, jaga arsip. Jika tidak ingin bermasalah dengan hukum, jaga arsip," katanya.
Menurutnya, perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi pusat pengetahuan dan ruang kolaboratif. Perubahan ini menjadi respons atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Baca juga: Kapolres Maros Ingatkan Bahaya Hoaks, Kader HMI Diminta Jadi Garda Literasi Digital
Data menunjukkan Sulsel mencatat skor IPLM 88,24 pada 2024, meningkat dari 86,74 pada 2023. Sebelumnya, Sulsel berada di peringkat ketiga nasional pada 2022 sebelum naik dan bertahan di posisi teratas.
Keberhasilan ini ditopang program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial serta peningkatan kualitas layanan dan tenaga pustakawan. Selain itu, keterlibatan komunitas literasi turut memperkuat budaya baca di masyarakat.
Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar, Asniar Khumas, menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Ia menyebut pengaruh media sosial dan AI dapat membentuk pola pikir tanpa disadari.
"Tantangan terbesar hari ini bukan sekadar pintar, tetapi bagaimana tetap kritis dan sadar di tengah banjir informasi," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel