Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 APRIL 2026 • 09:55 WIB

Proyek Irigasi Rp764 Miliar Dimulai dari Soppeng, Pemprov Sulsel Genjot Produktivitas 54 Ribu Hektare Sawah

Proyek Irigasi Rp764 Miliar Dimulai dari Soppeng, Pemprov Sulsel Genjot Produktivitas 54 Ribu Hektare SawahGubernur Sulsel groundbreaking proyek MYP rehabilitasi irigasi pertanian di Soppeng. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan resmi memulai proyek rehabilitasi irigasi senilai Rp764 miliar melalui skema Multiyears Project (MYP) 2026–2027. Program ini difokuskan untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung target swasembada pangan.

Groundbreaking dilakukan langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Daerah Irigasi (DI) Leworeng, Desa Tottong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Rabu (8/4/2026). Lokasi ini menjadi titik awal proyek strategis bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng Suwardi Haseng, Wakil Bupati Selle KS Dalle, Forkopimda, serta jajaran OPD dan petani setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan menandai dimulainya proyek yang dinilai krusial bagi pertanian.

Andi Sudirman mengatakan, rehabilitasi irigasi menjadi langkah konkret memperbaiki jaringan yang rusak. Ia menyebut perbaikan difokuskan pada peningkatan fungsi dan jangkauan layanan air bagi lahan pertanian.

Baca juga: Gubernur Sulsel Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Berkat Pembangunan Pertanian

"Groundbreaking dimulai di Soppeng untuk tiga DI dengan nilai sekitar Rp77 miliar, guna mengembalikan fungsi irigasi yang rusak lebih dari 50 persen," ujarnya.

Tiga daerah irigasi yang dikerjakan di Soppeng meliputi DI Leworeng, Latenreng, dan Salobunne. Proyek ini ditargetkan mampu memperluas layanan irigasi hingga sekitar 3.000 hektare sawah.

Jika rampung, total lahan yang kembali terairi optimal diperkirakan mencapai 5.300 hektare. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Selain rehabilitasi, proyek ini juga mencakup operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Upaya tersebut bertujuan memudahkan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Dorong Hilirisasi Pertanian, Gubernur Sulsel Hadiri Rakor Nasional di Jakarta

Gubernur berharap seluruh tahapan proyek berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani.

Secara keseluruhan, Paket 2 MYP mencakup tiga kabupaten yakni Soppeng, Bone, dan Wajo dengan nilai sekitar Rp268,9 miliar. Sebanyak 13 daerah irigasi menjadi sasaran penanganan dalam paket ini.

Di Kabupaten Bone, proyek menyasar DI Unyi, Lanca, Jaling, Salomekko, Waru-Waru, Bengo, Selli Coppobulu, dan Lalengrie. Sementara di Wajo mencakup DI Cilellang dan Cenrana.

Program MYP irigasi ini memiliki total anggaran Rp764 miliar dengan cakupan layanan sekitar 54.000 hektare. Proyek direncanakan berlangsung selama dua tahun hingga 2027.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Proyek Irigasi Rp764 Miliar Dimulai dari Soppeng, Pemprov Sulsel Genjot Produktivitas 54 Ribu Hektare Sawah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!