SULSEL - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengungkap capaian swasembada pangan yang dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun, di tengah tekanan berat sidang kabinet. Stok beras nasional bahkan disebut menyentuh 3,5 juta ton per 25 Februari 2026 dan diproyeksikan menembus 5 juta ton pada Mei mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat menjadi narasumber Ramadan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (26/2/2026). Di hadapan jajaran Forkopimda dan hampir 1.000 peserta, ia berbicara lugas tentang tekanan dan makna kepemimpinan.
Menurut Amran, percepatan target swasembada menjadi momen paling menegangkan dalam kariernya. Dari rencana empat tahun, pemerintah memutuskan Indonesia menghentikan impor pada 2025 dan menuntaskannya hanya dalam setahun.
"Saat itu sidang kabinet disampaikan tahun 2025 Indonesia stop impor, saya keringatan. Ada media (meliput) dan wartawan ingin mengklarifikasi yang dari 4 tahun menjadi 1 tahun swasembada. Itulah tekanan 4 kali lipat," ujarnya.
Baca juga: KPK Ungkap 322 Kasus Korupsi di Sulsel, Skor Integritas 2025 Masih Rentan
Ia menyebut keberhasilan tersebut tak lepas dari kolaborasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan. Target swasembada akhirnya tercapai pada 31 Desember 2025.
Data yang dipaparkan menunjukkan stok beras per Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton. Angka itu dinilai sebagai capaian tertinggi dalam sejarah pada awal tahun.
Di balik capaian tersebut, Amran mengisahkan perjalanan hidupnya dari Penyuluh Pertanian Lapangan dengan gaji Rp125 ribu hingga dipercaya memimpin kementerian. Ia pernah menjadi buruh kebersihan dan bertugas 8,5 tahun di wilayah perbatasan sebelum beralih menjadi pengusaha.
Pengalaman panjang itu membentuk karakter disiplin dan tahan tekanan. Baginya, pemimpin bukan soal jabatan, melainkan keberanian memikul beban dan menjaga integritas.
Baca juga: Sulsel Raih Penghargaan Nasional sebagai Daerah Peduli Ketahanan Pangan
"Pemimpin itu indah dalam mimpi tetapi tidak indah dalam kenyataan. Itu sangat mudah diucapkan. Tetapi kalau menjadi pemimpin yang baik, adil dan jujur, insya Allah surga akan menunggu, itu diridhai, yang tidak adil akan kehilangan kehormatan," tuturnya.
Amran juga menekankan pentingnya memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. Kepercayaan diri, menurutnya, menjadi fondasi untuk keluar dari keraguan dan mengubah nasib.
"Untuk bercita-cita jangan berada dalam keraguan. Kalau mau berhasil, self confidence Anda harus tinggi," tandasnya.
Ia mengutip pandangan Albert Einstein tentang kegilaan sebagai melakukan hal sama berulang kali namun berharap hasil berbeda. Kutipan itu dipadukan dengan pesan perubahan dari QS Ar-Ra’d ayat 11 tentang pentingnya mengubah diri sebelum menuntut perubahan keadaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel