Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)
SULSEL - Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Sulawesi Selatan tahun 2025 menembus angka 3,71, naik 0,10 poin dari tahun sebelumnya. Capaian itu melampaui rata-rata nasional 3,50 dan menempatkan Sulsel di posisi ke-10 dari 38 provinsi.
Data terbaru yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan tren positif daya saing Sulsel dalam empat tahun terakhir. Di kawasan Indonesia Timur, Sulsel berada di peringkat kedua setelah Bali yang mencatat skor 4,03.
Di Pulau Sulawesi, Sulsel menjadi provinsi dengan daya saing tertinggi, mengungguli Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Tren ini memperlihatkan stabilitas performa sejak 2022 yang terus bergerak naik meski sempat terkoreksi pada 2024.
Secara historis, skor Sulsel tercatat 3,35 pada 2022, melonjak ke 3,70 pada 2023, turun ke 3,61 pada 2024, lalu kembali menguat di 2025. Pola ini menunjukkan konsistensi pemulihan dan penguatan fondasi pembangunan daerah.
Baca juga: Pengadaan Barang dan Jasa Rawan Korupsi, ASN Sulsel Dibekali Solusi dan Pencegahan di RLC 2026
Empat kabupaten/kota bahkan mencatat skor setara atau melampaui provinsi. Makassar memimpin dengan 4,17, disusul Parepare 4,10, Palopo 3,79, serta Kabupaten Gowa di angka 3,71.
Kenaikan skor 2025 terutama ditopang penguatan pilar institusi yang melonjak dari 4,07 menjadi 4,40. Infrastruktur dan adopsi teknologi informasi juga meningkat signifikan, menandakan percepatan digitalisasi dan konektivitas daerah.
Pada dimensi sumber daya manusia, sektor kesehatan naik tipis menjadi 3,87. Keterampilan tenaga kerja tetap berada di level tinggi meski mengalami sedikit penurunan.
Ukuran pasar tetap menjadi kekuatan utama dengan skor 4,73. Sistem keuangan juga membaik, sementara pasar tenaga kerja masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperkuat.
Baca juga: DPRD Sulsel Sahkan Propemperda 2026, Selaraskan Regulasi dengan Arah Pembangunan Daerah
Lonjakan paling mencolok terjadi pada kapabilitas inovasi yang naik dari 3,68 menjadi 4,24. Indikator ini mencerminkan tumbuhnya ekosistem usaha dan kreativitas daerah.
Plt Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Muhammad Salim Basmin, menilai capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan berjalan sesuai target. Ia menyebut penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, dan ekosistem inovasi menjadi faktor kunci.
"Peningkatan Indeks Daya Saing Daerah ini menunjukkan bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan berjalan pada jalur yang tepat," ujar Salim dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan angka tersebut bukan sekadar statistik. Menurutnya, hal itu mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan ekonomi daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BRIN