Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 11:55 WIB

Wagub Sulsel Wanti-wanti Lonjakan Harga dan Ancaman Inflasi Jelang Ramadan

Wagub Sulsel Wanti-wanti Lonjakan Harga dan Ancaman Inflasi Jelang RamadanHigh-Level Meeting TPID dan TP2DD di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, memberi sinyal waspada jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Ia meminta seluruh daerah bergerak cepat menahan lonjakan harga pangan yang berpotensi memicu inflasi.

Pesan itu disampaikan dalam High-Level Meeting TPID dan TP2DD di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (13/2/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi daerah.

Data terbaru menunjukkan inflasi Sulsel Januari 2026 sebesar 0,47 persen secara bulanan, sedikit lebih rendah dari Desember 2025 sebesar 0,49 persen. Namun secara tahunan, inflasi menembus 4,11 persen year on year.

"Ini mengindikasikan tekanan harga berpotensi meningkat apabila inflasi bulanan tetap tinggi secara konsisten," ujar Fatmawati.

Baca juga: Satgas Pangan Sidak Gudang Beras dan RPH di Gowa, Stok Aman dan Mutu Terjamin

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Beras, cabai, ikan bandeng, ikan layang, ikan cakalang, telur ayam ras, hingga udang basah masuk daftar komoditas yang perlu diantisipasi jelang HBKN.

Analisis awal Februari 2026 menunjukkan beberapa harga telah melampaui Harga Acuan Pemerintah maupun HET. Cabai rawit yang sebelumnya menahan inflasi kini justru mengalami tren kenaikan di sejumlah wilayah.

Secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat 0,47 persen year to date. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 dan 2024, sehingga langkah intervensi dinilai mendesak.

"Intervensi stabilisasi harga dan penguatan pasokan pangan harus digencarkan. TPID kabupaten/kota harus fokus pada komoditas strategis dan bergerak cepat berbasis data," tegasnya.

Baca juga: Satgas Pangan Pemprov Sulsel Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali Jelang Ramadan

Dari sisi neraca pangan, stok beras relatif aman dengan ketahanan 561 hari dan jagung 29 hari. Namun kedelai minus tujuh hari, bawang putih minus 26 hari, serta cabai rawit hanya lima hari, menjadi lampu kuning bahkan merah.

Fatmawati meminta optimalisasi Belanja Tidak Terduga sesuai Permendagri Nomor 15 Tahun 2024. Langkah itu diarahkan untuk operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah serentak di 24 kabupaten/kota, serta penguatan kerja sama antar daerah.

Selain stabilitas harga, ia juga menekankan percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Digitalisasi dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan transparansi fiskal.

Sulsel bahkan tiga tahun berturut-turut meraih predikat juara nasional TP2DD. Prestasi itu, kata dia, harus diikuti inovasi berkelanjutan dan perluasan penggunaan KKPD, QRIS, virtual account, hingga cash management system.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wagub Sulsel Wanti-wanti Lonjakan Harga dan Ancaman Inflasi Jelang Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!