Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 15:35 WIB

Warga Selayar Kena Tipu Lewat WA Modus Verifikasi Data, Uang Rp33,9 Juta di Rekening Raib

Warga Selayar Kena Tipu Lewat WA Modus Verifikasi Data, Uang Rp33,9 Juta di Rekening RaibKorban penipuan online saat melapor ke SPKT Polres Selayar. (Foto: Dok. Polres Selayar)

SULSEL - Seorang pria berinisial PT (60) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kehilangan uang di rekeningnya usai terjebak penipuan berkedok verifikasi data melalui WhatsApp. Korban mengalami kerugian hingga Rp33,9 juta.

Peristiwa tersebut terungkap setelah korban yang merupakan warga Kecamatan Bontomatene melapor ke Polres Kepulauan Selayar pada Jumat (5/12/2025). Polisi langsung menindaklanjuti laporan untuk menelusuri jejak digital pelaku.

Berdasarkan laporan, aksi penipuan bermula ketika korban dihubungi seseorang yang mengaku petugas PT Taspen melalui WhatsApp. Pelaku mengirim pesan berisi permintaan pencocokan data diri dan akses ke akun Gmail korban.

Pelaku berdalih terdapat data tidak sesuai sehingga korban harus memperbaikinya melalui instruksi yang diberikan. Tanpa curiga, PT mengikuti seluruh arahan yang mengarah pada pengambilan alih perangkatnya.

Korban kemudian diminta membuka Google Chrome dan memasukkan kode verifikasi tertentu. Tidak lama setelah itu, ponsel korban mati total tanpa bisa dioperasikan.

Baca juga: DPRD Sulsel Serahkan Bantuan Rp113 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera, Donasi Terkumpul Hanya Dalam Sehari

Di saat yang sama, ponsel milik istri korban, SN, menerima notifikasi Gmail terkait adanya transaksi sebesar Rp33,9 juta. Saldo tersebut berpindah dari rekening korban ke rekening seseorang bernama Robiyansyah.

Ketika ponsel korban kembali menyala, seluruh data telah hilang dan perangkatnya berubah ke setelan pabrik. Kondisi itu membuat korban kehilangan akses ke semua akun digitalnya.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar, IPTU Sukarman, menyebut modus seperti ini memanfaatkan kelengahan korban dalam menjaga data pribadi. Ia menuturkan pelaku kerap berpura-pura sebagai petugas resmi untuk mendapatkan akses akun dan perangkat.

"Kasus penipuan melalui telepon, SMS, atau WhatsApp belakangan ini semakin sering memanfaatkan data pribadi. Begitu pelaku memperoleh akses ke akun Google atau ponsel, mereka dapat mengambil alih perangkat dan menguras saldo bank," ujar Sukarman dalam keterangannya, Minggu (7/12).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan data, kode OTP, atau mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif daripada pemulihan setelah menjadi korban.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Warga Suku Anak Dalam Terkait Penculikan Bilqis di Makassar, Jejak Dugaan TPPO Terkuak

IPTU Sukarman menegaskan lembaga resmi, termasuk PT Taspen dan pihak perbankan, tidak pernah meminta data pribadi lewat pesan atau telepon. Setiap permintaan yang mencurigakan harus segera diragukan dan dicek melalui saluran resmi.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menekankan pentingnya edukasi digital agar warga tidak mudah tertipu. Ia mengingatkan bahwa penipu kini semakin pintar memanfaatkan celah teknologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Polres Selayar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Warga Selayar Kena Tipu Lewat WA Modus Verifikasi Data, Uang Rp33,9 Juta di Rekening Raib

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!