Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 22:04 WIB

Walkot Munafri Paparkan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Makassar di Universitas Bosowa

Walkot Munafri Paparkan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Makassar di Universitas BosowaWali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Competitive Generations" di Universitas Bosowa. (Foto: Dok. Pemkot Makassar)

SULSEL - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan arah pembangunan kota dalam Seminar Internasional “Competitive Generations”. Ia menegaskan, Makassar sebagai kota besar membutuhkan strategi jangka panjang yang mampu menjawab tantangan urbanisasi.

Seminar tersebut berlangsung di Universitas Bosowa, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/9/2025). Dalam paparannya, Munafri menyoroti pertumbuhan pesat Makassar yang tidak terlepas dari masalah klasik seperti kemacetan, parkir liar, hingga gesekan sosial yang harus segera ditangani.

"Makassar akan terus tumbuh, tetapi pertumbuhan ini juga akan membawa tantangan. Kemacetan, parkir liar, hingga persoalan sosial lainnya harus ditangani secara serius. Pemerintah kota berkomitmen untuk menghadirkan solusi konkret," ujarnya.

Ia menambahkan, parkir liar dan gesekan antarwarga menjadi fokus perhatian. Pemerintah kota berkomitmen menata persoalan tersebut agar masyarakat merasa aman dan nyaman.

"Persoalan-persoalan sosial inilah yang harus disentuh dengan baik. Parkir liar, misalnya, jangan dibiarkan berkembang liar, tapi ditata agar masyarakat merasa nyaman. Ini komitmen pemerintah kota," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Makassar Luncurkan Program 'Makassar Berjasa' untuk Pekerja Rentan

Selain itu, Munafri menyoroti kebutuhan anak muda akan ruang alternatif atau “third place”. Menurutnya, ruang kreatif sangat dibutuhkan generasi muda untuk berinteraksi, berekspresi, dan mengembangkan diri.

"Anak-anak muda sekarang butuh ruang ketiga. Makassar harus menyiapkan ruang yang bisa menjadi wadah berkumpul, berdiskusi, sekaligus mengembangkan diri. Ini bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan," jelasnya.

Keterbatasan infrastruktur olahraga juga menjadi sorotan. Munafri menyebut Makassar kehilangan peluang menjadi tuan rumah event besar karena fasilitas yang tidak memadai.

"Kami pernah mencoba mendatangkan grup basket internasional, tapi terkendala karena tidak ada gedung olahraga yang memadai. Begitu juga dengan sepak bola," ungkapnya.

Baca juga: Tawarkan Solusi Pasca Bentrokan Warga, Munafri Ajak Pemuda Tallo Produktif Lewat Makassar Creative Hub

Ia mencontohkan, PSM Makassar selalu tampil di turnamen internasional, namun tak bisa menjadikan kota sendiri sebagai tuan rumah. Stadion yang belum representatif menjadi hambatan utama.

"PSM Makassar setiap tahun ikut turnamen internasional, tetapi tidak pernah bisa menjadikan Makassar sebagai tuan rumah karena stadion kita belum representatif," tambahnya.

Menurut Munafri, pembangunan stadion modern bukan hanya soal olahraga. Kehadiran stadion akan membawa dampak ekonomi sekaligus meningkatkan citra Makassar di mata dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Makassarkota.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Walkot Munafri Paparkan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Makassar di Universitas Bosowa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!