Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 19:25 WIB

Puluhan Santri di Sulsel Adu Debat Bahasa di Ajang Seleksi MQK 2025, Gerbang Menuju Panggung Internasional

Puluhan Santri di Sulsel Adu Debat Bahasa di Ajang Seleksi MQK 2025, Gerbang Menuju Panggung InternasionalKemenag Sulsel gelar seleksi MQK tingkat provinsi 2025. (Foto: Dok. Kemenag Sulsel)

SULSEL - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Seleksi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat provinsi tahun 2025. Ajang ini diikuti puluhan santri dari berbagai kabupaten/kota yang bersaing di cabang debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Kegiatan berlangsung di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel, Selasa (5/8/2025). Debat Bahasa Arab digelar di aula utama, sementara Debat Bahasa Inggris diadakan di Masjid Al Ikhlas Kanwil Kemenag Sulsel.

Kepala Bidang PD Pontren Kemenag Sulsel, Muhammad Yunus, menyemangati para peserta dengan pujian atas dedikasi mereka dalam menggali ilmu.

Baca juga: Gubernur Sulsel Kucurkan Rp 10,5 M untuk Infrastruktur dan Stunting di Maros

"Anda hadir sebagai pengejawantahan dari segenap upaya dan usaha yang anda lakukan untuk melakukan pembenahan diri, khususnya bidang kajian kitab turats, pengembangan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kalian adalah orang-orang yang hebat," kata Yunus, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag Sulsel, Rabu (6/8).

Dia menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari rangkaian menuju MQK tingkat nasional dan internasional yang digelar 1-7 Oktober 2025 di Ponpes As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. Seleksi ini menjadi gerbang penting bagi santri Sulsel untuk tampil di panggung dunia.

"Dunia akan hadir di Sulawesi Selatan karena ada 10 negara yang akan ikut berlomba pada kegiatan nanti, dan 10 negara ini sudah dipastikan hadir," imbuhnya.

Baca juga: Ditagih Cicilan Motor, Pria di Makassar Ancam Debt Collector Pakai Parang

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Aminuddin, yang mewakili Kakanwil dalam membuka acara, menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta. Ia menilai debat dalam MQK sebagai cara cerdas untuk memahami dan menghidupkan nilai-nilai kitab turats.

"Debat ini adalah salah satu cabang lomba di MQK, tentu bertujuan mengasah cara berpikir, cara memahami, dan tentunya nanti cara mengimplementasikan makna nilai-nilainya yang terkandung pada kitab turats," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan, seluruh peserta debat akan mendapatkan sertifikat dari Kemenag Sulsel. Sertifikat ini menjadi simbol pengakuan atas kontribusi mereka dalam menghidupkan tradisi keilmuan pesantren.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Sulsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Puluhan Santri di Sulsel Adu Debat Bahasa di Ajang Seleksi MQK 2025, Gerbang Menuju Panggung Internasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!