Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 09 JULI 2025 • 14:46 WIB

Menag Resmikan MQK Internasional Perdana di Indonesia, Pesantren As’adiyah Wajo Jadi Tuan Rumah

Menag Resmikan MQK Internasional Perdana di Indonesia, Pesantren As’adiyah Wajo Jadi Tuan RumahPeluncuran Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional di Jakarta, Selasa (8/7/2025). (Dok. Kemenag RI)

SULSEL - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), AG. Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, resmi membuka Kick Off dan peluncuran logo Musabaqah Qira’atil Kutub Internasional (MQKI) pertama tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung di Jakarta pada Selasa (8/7/2025).

Pelaksanaan MQK Internasional dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 7 Oktober 2025. Pondok Pesantren As’adiyah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dipercaya menjadi tuan rumah perdana perhelatan akbar tersebut.

Pesantren As'adiyah yang berdiri sejak tahun 1930 diketahui merupakan salah satu pesantren tertua di luar Pulau Jawa. Didirikan oleh KH Muhammad As'ad, seorang ulama besar asal Sulawesi Selatan yang juga turut mendoakan Proklamasi Kemerdekaan RI dari tanah Bugis.

Baca juga: Geger Penemuan Bayi Hidup dalam Kardus di Gowa, Diduga Hasil Hubungan Gelap

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar mengangkat sejarah peran pesantren dalam perjuangan bangsa. Ia menyebut banyak ulama dari pesantren yang turut berkontribusi dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan MQKI bukan hanya kompetisi membaca kitab kuning. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana menumbuhkan pemahaman mendalam, kontemplasi, dan penghayatan spiritual terhadap literatur klasik Islam.

“MQKI bukan tentang siapa yang paling fasih berbahasa Arab, tapi siapa yang mampu berdialog dan meresapi makna teks,” ujar Nasaruddin Umar dalam sambutannya.

Sebanyak 1.359 peserta akan mengikuti MQK Internasional 2025. Mereka terbagi dalam tiga kategori utama: marhalah (ula, wustha, ulya), debat dan lalaran, serta Ma’had Aly.

Cabang lomba meliputi debat bahasa Arab dan Inggris, hifdzul mutun, risalah ilmiyyah, bathsul kutub, tarkib digital, hingga ekshibisi lalaran Alfiyah Ibnu Malik.

Baca juga: Terungkap! Staf Desa Korban Penembakan di Gowa Ternyata Ditembak Ipar, Kronologi dan Fakta-faktanya

Selain perlombaan inti, MQKI juga akan diramaikan tujuh agenda pendukung. Kegiatan tersebut di antaranya halaqah ulama internasional, expo kemandirian pesantren, Macanang bershalawat, pramuka santri nusantara, fajr inspiration, night inspiration, dan pesantren hijau.

Dalam penyelenggaraan perdananya, MQKI 2025 akan diikuti delegasi dari 10 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste.

Tak ketinggalan, peluncuran logo dan maskot MQKI menjadi momen penting dalam acara ini. Maskot diadaptasi dari ikan bungo, spesies khas Danau Tempe, yang melambangkan harmoni budaya lokal dan tradisi keilmuan pesantren.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Sulsel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menag Resmikan MQK Internasional Perdana di Indonesia, Pesantren As’adiyah Wajo Jadi Tuan Rumah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!