Festival Seni dan Budaya Bone Volume II. (Dok. Pemkab Bone)
SULSEL - Puluhan pelajar SD dan SMP di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, unjuk kreativitas dalam Festival Seni dan Budaya Volume II. Ajang ini menyuguhkan pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, serta ruang ekspresi anak dan remaja dalam berbagai bentuk seni daerah.
Kegiatan yang digelar di pelataran Museum La Pawawoi, Jalan MH Thamrin, Kecamatan Tanete Riattang, Watampone tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, Rabu (23/7/2025) malam. Acara berlangsung semarak karena dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Bone atas inovasi budaya yang terus digalakkan meski dalam situasi keterbatasan anggaran. Ia menilai upaya pelestarian seni lokal harus terus didorong dengan pendekatan yang relevan dan inklusif.
"Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone. Di tengah berbagai keterbatasan masih mampu berkreasi dan menggelar kegiatan-kegiatan yang dapat memajukan kebudayaan," kata Andi Akmal dalam sambutannya.
Baca juga: Penipu Berkedok Travel Haji Ditangkap di Makassar, Gelapkan Dana Jemaah Rp260 Juta Modus Haji Plus
Menurut Andi Akmal, Bone berpeluang besar menjadi destinasi budaya unggulan, apalagi jika Bandara Arung Palakka siap melayani pesawat berbadan besar. Ia menegaskan bahwa kemudahan akses wisata harus dibarengi dengan suguhan kekayaan budaya lokal.
"Jangan hanya suguhkan wisata alam, budaya juga harus jadi magnet wisatawan," ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Akmal mengatakan bahwa pelestarian budaya memiliki peran penting sebagai perekat sosial, penjaga moral, serta pondasi dalam pembangunan karakter generasi bangsa. Baginya, kebudayaan bukan hanya warisan, tapi juga alat membentuk karakter dan jati diri generasi muda.
Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Hj Andi Murni AL, menjelaskan bahwa konsep festival tahun ini lebih fokus pada ruang ekspresi anak. Festival bukan sekadar hiburan, tapi sarana pembentukan rasa percaya diri dan kecintaan pada budaya sejak dini.
Baca juga: Oknum Guru SMP di Luwu Timur Diduga Cabuli 5 Siswi Ditangkap
"Anak-anak kita beri panggung agar berani tampil, mencintai bahasa Bugis, dan bangga dengan jati diri budaya," paparnya.
Festival ini menyuguhkan pertunjukan seni tradisional, pameran budaya, serta ruang ekspresi anak dan remaja dalam berbagai bentuk seni daerah. Dari musik, tari, hingga cerita rakyat, semua dikemas untuk menghidupkan kembali khazanah budaya Bugis.
Dalam menyukseskan kegiatan ini, Dinas Kebudayaan Bone berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone. Turut hadir dalam pembukaan acara antara lain Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Hj Maya Damayanti Andi Akmal serta pejabat daerah dari berbagai instansi.
Festival ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan seni lokal yang digerakkan dari kalangan muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan