Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 07 JULI 2025 • 18:52 WIB

Tradisi Belanja Perabot di 10 Muharram: Akulturasi Nilai Islam dan Budaya Bugis-Makassar yang Tetap Hidup

Tradisi Belanja Perabot di 10 Muharram: Akulturasi Nilai Islam dan Budaya Bugis-Makassar yang Tetap HidupMasyarakat berbelanja perabotan rumah tangga di sebuah retail modern di Makassar. (Dok. Istimewa)

SULSEL - Setiap awal Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah, masyarakat Bugis-Makassar khususnya umat Muslim memiliki kebiasaan turun-temurun yang masih lestari hingga kini. Tradisi itu adalah membeli perabot rumah tangga, mulai dari ember, gayung, hingga alat dapur.

Sejak tanggal 1 Muharram yang merupakan penanda masuknya tahun baru Islam hingga 10 Muharram yang sering disebut Hari Asyura, pedagang pasar hingga retail modern yang menjual perabot ramai dipenuhi pembeli. Bagi warga, aktivitas belanja ini dipercaya mendatangkan keberkahan serta rezeki yang lebih luas bagi keluarga.

Hal itu dapat dilihat dari unggahan akun Instagram @makassar_info, Minggu (6/7/2025). Dalam video tersebut, ratusan warga berbondong-bondong menyerbu sebuah toko di Makassar. Mereka tampak mengantri di kasir usai memborong peralatan rumah tangga.

"Tradisi borong peralatan rumah tangga pada 10 Muharram di toko Alaska. Warga Makassar terutama ibu-ibu memang memiliki tradisi unik dan turun temurun memborong peralatan rumah tangga seperti ember, baskom, gayung, panci dan sapu," tulis keterangan unggahan tersebut .

Sebagian keluarga memanfaatkan momen itu untuk mengganti perlengkapan rumah yang sudah usang. Ember dan gayung menjadi barang yang paling banyak dicari, bahkan konon sudah menjadi ikon tradisi belanja Muharram.

Banyak masyarakat menjadikan momen ini sebagai waktu yang tepat membersihkan rumah dan memperbarui perabotan. Kehadiran barang baru diyakini membawa suasana dan semangat baru dalam keluarga.

Selain perabot rumah tangga, beberapa orang juga membeli perlengkapan dapur, sprei, hingga pakaian. Tradisi belanja ini kerap dibarengi silaturahmi di pasar, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Menariknya, meski belanja online makin marak, sebagian besar warga memilih datang langsung ke toko agar dapat merasakan atmosfer bulan Muharram. Penjual pun menyebut hari ini sebagai waktu panen rezeki, sebab permintaan melonjak berkali lipat dibanding hari biasa.

Baca juga: 4 Mobil Tabrakan Beruntun di Parepare, Libatkan Ambulans Bawa Jenazah

Makna dan Nilai Budaya

Budayawan Universitas Hasanuddin (Unhas), Firman Saleh menjelaskan, kebiasaan membeli perabot di bulan Muharram memiliki nilai simbolik. Ember yang baru ibarat wadah penampungan dengan harapan agar kehidupan rumah tangga selalu bersih dan penuh berkah sepanjang tahun.

"Muharram kan tahun baru Islam, dan di situ menjadi kepercayaan, dan sudah diyakini oleh masyarakat bahwa apa yang dilakukan, apa yang diawali, kemudian apa yang kita beli, kemudian apa yang kita perbarui, itu akan memberikan dampak yang baik, atau berimplikasi positif di kehidupannya sampai tahun depannya lagi," jelas Firman dalam sebuah wawancara.

Dalam kepercayaan masyarakat Bugis-Makassar, wadah-wadah penyimpanan air seperti ember dan baskom dianggap memiliki banyak makna. Karena itulah, membeli wadah penyimpanan ketika memasuki bulan Muharram dianggap sebagai hal yang penting.

"Salah satunya adalah masyarakat di Sulawesi Selatan itu, tempat air tidak boleh kosong. Seperti rezeki, jangan dikosongkan baru diisi lagi. Senantiasa diberikan isi. Jadi di dalam situ sudah sampai ke dalam bagian ideologinya mereka bahwa jangan pernah membuat kering," imbuhnya.

Menurut Firman, tradisi berbelanja ember dan gayung ketika memasuki bulan Muharram ini merupakan bentuk akulturasi budaya masyarakat Bugis-Makassar dengan Islam. Masyarakat yang sejak dulu meyakini makna wadah penyimpanan air kemudian menjadikan Muharram sebagai momentum membeli peralatan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Muisulsel.or.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tradisi Belanja Perabot di 10 Muharram: Akulturasi Nilai Islam dan Budaya Bugis-Makassar yang Tetap Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!