SULSEL - Program pembangunan jembatan gantung perintis terus dipacu untuk membuka akses wilayah terpencil di Indonesia. Salah satu titik pembangunan berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Bonto Manurung dan Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Senin (10/3/2026). Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari program nasional pembangunan ratusan jembatan gantung perintis.
Program ini diluncurkan secara virtual oleh Prabowo Subianto dari Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Peluncuran dilakukan melalui jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sebagai pelaksana pembangunan di berbagai daerah.
Secara nasional, program ini menargetkan pembangunan sekitar 200 titik jembatan gantung tipe Aramco dan Belly. Infrastruktur tersebut difokuskan untuk menjangkau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Baca juga: Pemprov Sulsel dan Kejati Kawal Proyek Bendungan Jenelata Gowa, Pembangunan Capai 20 Persen
Di Sulsel sendiri terdapat lebih dari 300 titik jembatan yang menjadi bagian dari program tersebut. Salah satunya berada di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, dengan panjang bentang sekitar 70 meter.
Andi Sudirman menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan gantung perintis tersebut. Ia menilai infrastruktur ini akan memperkuat konektivitas desa sekaligus memudahkan aktivitas masyarakat.
"Tentu kami mensupport adanya program ini dan berharap dapat meningkatkan aksesibilitas di pedesaan serta mempercepat mobilitas warga," ujar Andi Sudirman.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan sangat membantu aktivitas harian masyarakat, terutama bagi anak-anak yang harus menyeberang menuju sekolah. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memperkuat pembangunan fisik di wilayah pedesaan.
Baca juga: Pembangunan RS Regional Luwu Mulai Ditender, Pemprov Sulsel Target Beroperasi Usai Masa Kontrak
"Utamanya untuk penyeberangan anak sekolah serta memperkuat infrastruktur fisik di daerah," tambahnya.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, menjelaskan progres pembangunan jembatan di Maros saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Pihaknya menargetkan pembangunan dapat segera rampung agar dimanfaatkan masyarakat.
"Pembangunan jembatan ini sudah mencapai sekitar 60 persen dan diharapkan bisa segera selesai," ujarnya.
Dalam peluncuran program tersebut, Presiden Prabowo juga sempat berdialog secara virtual dengan Pangdam XIV/Hasanuddin, Gubernur Sulsel, serta warga yang hadir di lokasi pembangunan.
Presiden menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, jembatan gantung menjadi fasilitas penting bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
"Saya titip untuk meneruskan pembangunan ini demi kepentingan masyarakat dan anak-anak kita," kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut di daerah.
"Terima kasih kepada Pangdam Hasanuddin dan Bapak Gubernur Sulsel. Saya bangga dengan kalian, silakan lanjutkan tugas untuk masyarakat," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel