Jumat, 06 MARET 2026 • 08:55 WIB

DPRD Sulsel Uji Ketebalan Aspal Jalan Hertasning, Hasilnya Melebihi Standar Teknis

Author

Uji ketebalan aspal Jalan Hertasning Makassar penuhi standar teknis. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)

SULSEL - Ketebalan lapisan aspal di ruas Jalan Hertasning dipastikan telah memenuhi standar teknis setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan oleh anggota DPRD Sulawesi Selatan bersama tim teknis Pemprov Sulsel. Hasil uji petik menunjukkan ketebalan rata-rata bahkan melampaui batas minimal yang dipersyaratkan.

Pengecekan tersebut dilakukan saat kunjungan kedua Komisi D DPRD Sulsel bersama tim teknis Pemprov Sulsel di ruas Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (5/2/2026). Uji petik dilakukan di sejumlah titik pada ruas jalan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik terkait ketebalan lapisan aspal.

Sebelumnya, DPRD Sulsel menyoroti pekerjaan peningkatan jalan yang disebut hanya memiliki ketebalan sekitar 4 sentimeter dan dianggap telah rampung. Sorotan tersebut mendorong dilakukan pemeriksaan ulang langsung di lapangan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN Ahmad Wildani, menjelaskan hasil pengukuran terbaru menunjukkan ketebalan aspal telah sesuai dengan standar teknis. Pengujian dilakukan bersama anggota dewan menggunakan metode pengukuran langsung.

Baca juga: Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Takalar, 9 Rumah Warga Rusak

"Setelah kunjungan pertama kemarin, sekarang kunjungan kedua. Mungkin saat itu belum mendapat penjelasan yang komprehensif di lapangan," ujarnya.

Dani, sapaan Ahmad Wildani, menyebut hasil pengukuran menunjukkan ketebalan rata-rata bahkan melebihi standar minimal. Hal tersebut terlihat dari beberapa titik sampel yang diperiksa bersama tim teknis.

"Posisi tadi sudah dicek dan ketebalan rata-rata memenuhi syarat bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan," jelasnya.

Ia menjelaskan, ketebalan 4 sentimeter merupakan standar untuk lapisan aus atau AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga. Lapisan ini berada di bagian paling atas perkerasan jalan.

Baca juga: Satgas Saber Sulsel Perketat Pengawasan Harga Pangan Ramadan, Temukan Minyakita dan Gula Masih di Atas HET

AC-WC dirancang memiliki komposisi agregat halus dan kadar aspal lebih tinggi dibanding lapisan di bawahnya. Struktur tersebut membuat permukaan jalan lebih rapat, kedap air, serta mampu menahan beban lalu lintas.

Pengujian dilakukan melalui metode uji petik pada beberapa titik di ruas jalan yang tengah dipreservasi sepanjang sekitar 1,8 kilometer. Hasil dari titik-titik sampel tersebut dinilai telah mewakili kondisi keseluruhan ruas jalan.

"Anggota dewan melaksanakan uji petik. Karena hasilnya dirasa cukup, sehingga tidak dilanjutkan ke sampel lainnya. Secara mayor sudah didapatkan ketebalannya," katanya.

Dalam kegiatan itu turut hadir tim teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel serta laboratorium provinsi yang membantu proses pengujian di lapangan. Kehadiran tim laboratorium memastikan proses pengecekan dilakukan secara teknis dan terukur.

Baca juga: Progres Jalan Hertasning Dikebut, Warga Makassar Mulai Rasakan Dampak Perbaikan

Anggota Komisi D DPRD Sulsel Muhammad Sadar juga mengakui hasil pemeriksaan menunjukkan ketebalan aspal telah memenuhi persyaratan teknis. Hal tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran yang sebelumnya berkembang di tengah masyarakat.

Selain memeriksa ruas Jalan Hertasning, anggota DPRD Sulsel juga menanyakan progres pekerjaan di ruas Jalan Aroepala. Ruas tersebut juga termasuk dalam program preservasi jalan yang tengah berjalan.

Dani menjelaskan, pekerjaan di Jalan Aroepala saat ini masih menunggu proses pabrikasi saluran beton pracetak atau U-Ditch. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan konstruksi dilanjutkan.

Menurutnya, metode pekerjaan sengaja dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih besar. Jika pembongkaran saluran dilakukan terlalu dini, arus kendaraan berpotensi terganggu.

Baca juga: Gubernur Sulsel Mulai Proyek Preservasi Jalan Paket 1 Senilai Rp430 M di Jalan Hertasning Makassar

"Jalan Aroepala saat ini menunggu tahap pabrikasi U-Ditch atau saluran. Karena metodenya nanti kalau sudah ada baru kita melakukan pembongkaran saluran," ungkapnya.

Ia menjelaskan pembongkaran saluran yang berlangsung terlalu lama tanpa penggantian dapat memicu kemacetan di kawasan tersebut. Karena itu, pengerjaan menunggu seluruh komponen tersedia di lokasi.

"Kalau terlalu lama terbongkar, dikhawatirkan akan berdampak pada lalu lintas yang bisa menjadi terhambat atau macet," kata Dani.

Pemprov Sulsel mempertimbangkan agar pembongkaran saluran dilakukan setelah seluruh U-Ditch tersedia. Dengan cara itu, pemasangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Gubernur Sulsel Groundbreaking Preservasi Jalan Paket 2 MYP Senilai Rp274 Miliar di Takalar

"Pertimbangannya kalau U-Ditch sudah lengkap baru kita lanjutkan pekerjaan di Jalan Aroepala, dimulai dengan pembongkaran saluran," jelasnya.

Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur jalan dikerjakan sesuai standar teknis. Pengawasan lapangan dan uji teknis menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan.

Melalui keterlibatan DPRD dalam proses pengecekan, Pemprov Sulsel berharap pembangunan jalan tetap transparan dan akuntabel. Langkah tersebut juga diharapkan memberi kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Sulsel

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU