SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memindahkan 130 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari RSKD Dadi ke RSUD Sayang Rakyat. Kebijakan ini ditempuh untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan jiwa dengan lingkungan perawatan yang lebih layak dan humanis.
Pemindahan berlangsung pada Rabu (31/12/2025) dengan melibatkan pendampingan tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit. Proses dilakukan secara bertahap dengan dukungan seluruh rumah sakit milik Pemprov Sulsel.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin mengatakan, pasien yang dipindahkan terdiri dari 27 perempuan dan 103 laki-laki. Ia menyebut pemindahan ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan.
"Diharapkan di tempat ini pelayanannya jauh lebih baik karena gedung dan prasarannya relatif baru," ujarnya.
Baca juga: RSKD Dadi Luncurkan Klinik Terapung, Siap Layanan Kesehatan Warga Kepulauan Sulsel
Dinas Kesehatan Sulsel juga menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan tetap optimal di lokasi baru. Sebanyak 30 tenaga kesehatan disiagakan untuk membantu penanganan pasien ODGJ di RSUD Sayang Rakyat.
"Kami dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan SDM untuk membantu Rumah Sakit Sayang Rakyat dalam penanganan pasien ODGJ ini," kata Evi.
Direktur rumah sakit milik Pemprov Sulsel turut mendampingi langsung proses pemindahan pasien. Pemerintah berharap RSUD Sayang Rakyat dapat menjadi ruang perawatan yang lebih nyaman dan mendukung pemulihan pasien.
"Mari kita antar mereka masuk ke rumah baru mereka, suasana baru. Semoga tahun baru ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya," tutur Evi.
Baca juga: Admin Instagram di Bone Jadi Bandar Sabu, Polisi Buru 295 Pembeli dalam Jaringan
Direktur RSUD Sayang Rakyat, drg. Hj. Sukreni Abdullah, menyatakan kesiapan rumah sakitnya menerima dan merawat para pasien ODGJ. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel dan seluruh jajaran yang terlibat.
"Pelayanan yang ada di rumah sakit ini akan membantu memaksimalkan semua pelayanan terkait masalah ODGJ. Selamat datang di Rumah Kesehatan Rakyat, semoga di tempat yang baru ini semua mendapatkan ketenangan dan kesembuhan seperti yang kita harapkan," ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSKD Dadi, dr. Arman Bausat menjelaskan, pemindahan dilakukan karena kondisi RSKD Dadi yang semakin padat di pusat kota. Beberapa pasien yang seharusnya sudah dipulangkan terkendala ketiadaan keluarga atau fasilitas penunjang.
"RSKD Dadi sudah crowded di pusat kota. Ada pasien ODGJ yang sebenarnya sudah layak pulang, tetapi tidak ada keluarga yang menjemput dan tidak ada panti. Kadang-kadang mereka berkeliaran di kota," beber Arman.
Baca juga: Sempat Buron, Polisi Tangkap Dosen UNM Penyuka Sesama Jenis Lecehkan Mahasiswa
Selain mengurangi kepadatan, pemindahan ini juga mendukung rencana pengembangan layanan rumah sakit ke depan. RSUD Sayang Rakyat diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang unggul dengan pendekatan rehabilitasi, termasuk terapi okupasi seperti berkebun dan aktivitas sosial.
"Lahan di Rumah Sakit Sayang Rakyat cukup luas. Pasien bisa bersosialisasi, bahkan melakukan aktivitas berkebun atau bercocok tanam di lingkungan rumah sakit," imbuh Arman.
Dia mengungkapkan, rehabilitasi psikososial dan terapi okupasi lewat kegiatan berkebun atau bercocok tanam sudah diterapkan di sejumlah rumah sakit jiwa di Indonesia. Terapi ini dirancang untuk melatih kemandirian, meningkatkan kesadaran sosial, serta membekali pasien dengan keterampilan yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sulselprov.go.id