Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 16:35 WIB

Polisi Tangkap 12 Orang Terkait Pembakaran dan Perusakan Gedung DPRD di Sulsel

Author

Suasana saat Gedung DPRD Makassar dibakar massa. (Foto: M.Faisal/SULSEL ZONE)

SULSEL - Polisi menetapkan 12 orang sebagai terduga pelaku dalam kerusuhan demo yang berujung pembakaran dan perusakan gedung DPRD di Sulawesi Selatan. Sebanyak 10 orang ditangkap terkait aksi di Makassar, sementara 2 lainnya diamankan di Palopo.

Dirreskrimum Polda Sulsel, Kombes Setiadi Sulaksono, menyebut jumlah pelaku masih bisa bertambah. Pihaknya masih mendalami kasus pembakaran gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel.

"Semua masih dalam proses penyelidikan, nanti akan dirilis resmi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/9/2025).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, peran 10 pelaku yang sudah ditangkap berbeda-beda. Tiga orang terlibat membakar kantor DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, sedangkan tujuh lainnya terkait insiden gedung DPRD Makassar.

Baca juga: Pelajar SMA Ditangkap Bawa Celurit dan Busur Saat Demo di Pangkep

Para pelaku berasal dari beragam latar belakang, mulai dari buruh, mahasiswa hingga pelajar. Polisi menyebut aksi mereka meliputi perusakan, pembakaran, penjarahan, hingga provokasi di media sosial.

"Mereka terdiri dari buruh, juru parkir, pekerja harian, mahasiswa, petugas kebersihan, wiraswasta, hingga seorang pelajar SMA berusia 17 tahun," beber Didik.

Salah satu mahasiswa diduga menyebarkan ajakan aksi melalui unggahan digital. Polisi menegaskan mereka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari pengrusakan bersama, pencurian dengan pemberatan, hingga Undang-Undang ITE.

Proses pengungkapan kasus ini turut terbantu rekaman siaran langsung atau live TikTok yang merekam kerusuhan. Bukti digital itu memperkuat dugaan peran masing-masing pelaku.

Baca juga: Tedong Bonga, Kerbau Belang Khas Toraja Resmi Dilindungi Hukum Kekayaan Intelektual Komunal

Selain Makassar, dua orang juga diamankan karena merusak gedung DPRD Palopo. Massa aksi di sana sempat menerobos ruang paripurna hingga mengobrak-abrik fasilitas dan memecahkan kaca gedung.

Situasi terkini di Makassar dan Palopo berangsur kondusif. Aparat masih disiagakan untuk mencegah kerusuhan lanjutan pasca aksi demo ricuh yang menelan korban jiwa.

Diketahui, aksi demonstrasi di Makassar pada Jumat (29/9) malam berakhir ricuh. Massa membakar dua gedung wakil rakyat, yakni DPRD Sulsel dan DPRD Makassar hingga menewaskan 3 orang.

Sementara itu, demo mahasiswa di DPRD Palopo pada Senin (1/9) juga berujung ricuh. Massa memaksa masuk kemudian mengobrak-abrik ruang paripurna, hingga fasilitas dan kaca gedung rusak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU