SULSEL - Sebuah mobil menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Insiden itu menyebabkan seorang ibu dan anak balitanya terluka hingga dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Poros Bantaeng-Bulukumba, Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Sabtu (23/8/2025) malam. Korban awalnya dibawa ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RSUD Bulukumba.
Kapolsek Pajukukang, Iptu Paulus mengatakan, awalnya mobil Isuzu Panther hitam berplat DW 1309 EE yang ditumpangi korban bergerak dari arah Kota Makassar menuju Kabupaten Bulukumba. Saat di TKP, pelaku dari arah kiri jalan tiba-tiba melempari mobil dengan batu.
"Pelaku langsung melempar batu ke arah mobil dan mengenai talang air mobil sebelah kiri dan pecah," ujarnya, Minggu (24/8).
Baca juga: Residivis Spesialis Bobol Rumah di Gowa Ditembak Polisi Saat Berusaha Kabur
Lemparan itu menembus kaca hingga melukai korban yang duduk di samping kiri sopir. Tulang hidung wanita tersebut patah, sementara anak balitanya mengalami luka di sekitar mata kanan.
"Korban mengalami luka pada hidung dan berdarah, anaknya berusia sekitar 3 tahun terkena di bagian pinggir mata hingga lebam dan berdarah," jelas Paulus.
Tidak hanya sekali, pelaku melempar batu sebanyak dua kali. Lemparan kedua tersebut mengenai pintu mobil hingga penyok.
Baca juga: Wanita Korban KDRT di Gowa Nangis Datangi Polisi Minta Suami Selingkuh Dibebaskan
Sopir mobil panik dan langsung membawa korban ke Puskesmas Baruga. Namun karena luka cukup serius, keduanya dirujuk ke RSUD Bulukumba untuk perawatan intensif.
Barang bukti berupa dua batu sungai yang digunakan pelaku kini diamankan polisi. Identitas korban diketahui bernama Agustina alias Ina, warga Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.
"Saat ini kasusnya masih kami selidiki, kami berjanji akan menangkap pelaku," tegas Paulus.
Sejauh ini, pihak kepolisian belum memastikan jumlah penumpang dalam mobil saat insiden terjadi. Polisi belum memeriksa korban karena masih menjalani perawatan medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan