SULSEL - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri rapat paripurna DPRD Sulsel dengan agenda pengucapan sumpah Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota dewan sisa masa jabatan 2024–2029. Dalam agenda tersebut, Haris Abdurrahman resmi dilantik menggantikan anggota sebelumnya yang wafat.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas BMBK Sulsel, Selasa (21/4/2026), dan dipimpin Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi. Sejumlah pimpinan dan anggota dewan turut hadir dalam prosesi tersebut.
Pelantikan PAW ini merupakan tindak lanjut proses politik dan administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan struktur keanggotaan DPRD Sulsel tetap terjaga.
Mekanisme PAW dinilai penting agar fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD tetap berjalan optimal. Kehadiran anggota baru diharapkan mampu menjaga ritme kerja lembaga legislatif.
Baca juga: Jufri Rahman Kukuhkan PAW KORPRI Pangkep, Dorong ASN Lebih Profesional dan Solid
Haris Abdurrahman diketahui merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II. Ia akan bertugas di Komisi E DPRD Sulsel.
Ia menggantikan almarhumah Hj. Haslinda yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel. Pergantian dilakukan setelah yang bersangkutan meninggal dunia.
Dalam kesempatan itu, Jufri Rahman menyampaikan duka cita atas kepergian almarhumah. Ia juga mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan selama menjabat.
"Atas nama pribadi, pemerintah, dan masyarakat Sulawesi Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian almarhumah," ujarnya.
Baca juga: Anggota DPRD Sinjai Kamrianto Kembali Aktif Usai Dipenjara, Pemprov Sulsel: Sudah Sesuai Aturan
Jufri turut memberikan ucapan selamat kepada Haris Abdurrahman atas amanah barunya. Ia optimistis kehadiran Haris dapat memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif.
"Saya yakin, dengan semangat pengabdian yang tulus, kehadiran beliau akan semakin memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal pembangunan di Sulawesi Selatan," katanya.
Menurutnya, kolaborasi kedua lembaga tersebut telah membuahkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Sulsel tercatat 5,43 persen dengan tingkat kemiskinan turun menjadi 7,43 persen.
Selain itu, prevalensi stunting juga menurun dari 27,4 persen menjadi 23,3 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,92 dengan rasio gini berada di angka 0,363.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel