Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 JUNI 2026 • 09:30 WIB

Tampilannya Hampir Sama, Ternyata Ini Perbedaan Pallubasa dan Coto Makassar

Tampilannya Hampir Sama, Ternyata Ini Perbedaan Pallubasa dan Coto MakassarCoto Makassar dan Pallubasa. (Indonesia Travel)

SULSEL - Sulawesi Selatan memiliki beragam kuliner tradisional dengan cita rasa kuat dan sejarah panjang. Di antara banyaknya makanan khas tersebut, Coto Makassar dan Pallubasa menjadi dua hidangan yang paling populer.

Sekilas, keduanya memang terlihat serupa. Coto Makassar dan Pallubasa sama-sama menggunakan daging serta jeroan sapi yang disajikan dalam kuah kaya rempah. Namun, jika diperhatikan dari sejarah, proses pengolahan, tekstur kuah hingga cara penyajiannya, kedua hidangan ini memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Coto Makassar, Kuliner yang Berakar dari Masa Kerajaan Gowa

Tampilannya Hampir Sama, Ternyata Ini Perbedaan Pallubasa dan Coto MakassarCoto Makassar. (Indonesia Travel)

Coto Makassar menjadi salah satu kuliner yang hampir selalu masuk dalam agenda wisatawan ketika berkunjung ke Kota Makassar. Warung yang menyajikan makanan ini dapat ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari jalan utama hingga pusat perbelanjaan.

Konon, Coto Makassar telah dikenal sejak masa Kerajaan Gowa yang berpusat di kawasan Somba Opu sekitar abad ke-16. Hidangan ini dikenal sebagai sup berbahan dasar daging dan jeroan sapi yang dimasak menggunakan beragam rempah.

Dalam catatan sejarah, Coto Makassar juga disebut mendapatkan pengaruh dari kuliner Tionghoa yang berkembang pada masa tersebut. Pengaruh itu salah satunya terlihat dari penggunaan sambal tauco sebagai pelengkap saat menyantap coto.

Salah satu keistimewaan Coto Makassar terletak pada penggunaan berbagai jenis bumbu lokal yang dikenal dengan istilah rampa patang pulo atau 40 macam rempah.

Bumbu tersebut antara lain terdiri atas kacang, kemiri, cengkeh, pala, serai, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar, jahe, daun jeruk purut, daun salam, kayu manis dan berbagai bahan lainnya. Perpaduan rempah tersebut menghasilkan kuah coto yang beraroma kuat, gurih dan kaya rasa.

Baca juga: Pemprov Sulsel Dukung Proses Hukum Kasus Perpustakaan Digital

Pallubasa, Dahulu Menjadi Santapan Kelas Pekerja

Tampilannya Hampir Sama, Ternyata Ini Perbedaan Pallubasa dan Coto MakassarPallubasa. ((Indonesia Travel))

Di tengah popularitas Coto Makassar, masyarakat Sulawesi Selatan juga memiliki hidangan berkuah lainnya yang tidak kalah menggugah selera, yaitu Pallubasa.

Pada masa lalu, Pallubasa dikenal sebagai makanan yang banyak dikonsumsi oleh kalangan pekerja, seperti tukang becak, kuli bangunan dan pekerja kasar lainnya. Hal itu karena Pallubasa saat itu termasuk makanan yang relatif murah dan mudah dijangkau.

Bahan isian Pallubasa awalnya berasal dari bagian sapi yang tidak digunakan oleh pemiliknya. Bagian tersebut kemudian diberikan kepada pemotong sapi sebagai jatah atau upah yang dikenal dengan istilah tawana papolonga.

Para pemotong sapi kemudian mengolah bagian-bagian tersebut menjadi hidangan berkuah yang akhirnya dikenal sebagai Pallubasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sulselprov.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tampilannya Hampir Sama, Ternyata Ini Perbedaan Pallubasa dan Coto Makassar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!