Uji ketebalan aspal Jalan Hertasning Makassar penuhi standar teknis. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)
SULSEL - Ketebalan lapisan aspal di ruas Jalan Hertasning dipastikan telah memenuhi standar teknis setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan oleh anggota DPRD Sulawesi Selatan bersama tim teknis Pemprov Sulsel. Hasil uji petik menunjukkan ketebalan rata-rata bahkan melampaui batas minimal yang dipersyaratkan.
Pengecekan tersebut dilakukan saat kunjungan kedua Komisi D DPRD Sulsel bersama tim teknis Pemprov Sulsel di ruas Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (5/2/2026). Uji petik dilakukan di sejumlah titik pada ruas jalan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik terkait ketebalan lapisan aspal.
Sebelumnya, DPRD Sulsel menyoroti pekerjaan peningkatan jalan yang disebut hanya memiliki ketebalan sekitar 4 sentimeter dan dianggap telah rampung. Sorotan tersebut mendorong dilakukan pemeriksaan ulang langsung di lapangan.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN Ahmad Wildani, menjelaskan hasil pengukuran terbaru menunjukkan ketebalan aspal telah sesuai dengan standar teknis. Pengujian dilakukan bersama anggota dewan menggunakan metode pengukuran langsung.
Baca juga: Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Takalar, 9 Rumah Warga Rusak
"Setelah kunjungan pertama kemarin, sekarang kunjungan kedua. Mungkin saat itu belum mendapat penjelasan yang komprehensif di lapangan," ujarnya.
Dani, sapaan Ahmad Wildani, menyebut hasil pengukuran menunjukkan ketebalan rata-rata bahkan melebihi standar minimal. Hal tersebut terlihat dari beberapa titik sampel yang diperiksa bersama tim teknis.
"Posisi tadi sudah dicek dan ketebalan rata-rata memenuhi syarat bahkan melebihi 4 cm yang dipersyaratkan," jelasnya.
Ia menjelaskan, ketebalan 4 sentimeter merupakan standar untuk lapisan aus atau AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga. Lapisan ini berada di bagian paling atas perkerasan jalan.
AC-WC dirancang memiliki komposisi agregat halus dan kadar aspal lebih tinggi dibanding lapisan di bawahnya. Struktur tersebut membuat permukaan jalan lebih rapat, kedap air, serta mampu menahan beban lalu lintas.
Pengujian dilakukan melalui metode uji petik pada beberapa titik di ruas jalan yang tengah dipreservasi sepanjang sekitar 1,8 kilometer. Hasil dari titik-titik sampel tersebut dinilai telah mewakili kondisi keseluruhan ruas jalan.
"Anggota dewan melaksanakan uji petik. Karena hasilnya dirasa cukup, sehingga tidak dilanjutkan ke sampel lainnya. Secara mayor sudah didapatkan ketebalannya," katanya.
Dalam kegiatan itu turut hadir tim teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel serta laboratorium provinsi yang membantu proses pengujian di lapangan. Kehadiran tim laboratorium memastikan proses pengecekan dilakukan secara teknis dan terukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel