Satpam SMPN 1 Baebunta Selatan di Luwu Timur dipukul siswa hingga berdarah. (Foto: Dok. Istimewa)
SULSEL - Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan terjadi di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, setelah seorang siswa SMP menganiaya satpam sekolah hingga berdarah. Insiden ini dipicu teguran korban karena pelaku kepergok bolos saat jam pelajaran berlangsung.
Peristiwa penganiayaan terjadi di SMPN 1 Baebunta Selatan, Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Senin (26/1/2026). Korban berinisial AL (28) telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Korban sudah membuat laporan ke Polres Luwu Utara. Satpam sekolah yang dianiaya oleh murid," ujar Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, Selasa (27/1).
Kadek menuturkan, kejadian bermula saat satpam melakukan pengecekan kehadiran siswa di kelas saat jam belajar. Namun, korban hanya menemukan seorang siswa di ruangan.
"Saat jam pembelajaran berlangsung, satpam mengecek kelas dan menemukan beberapa siswa berada di depan kantor sekolah," jelasnya.
Melihat kedatangan satpam, sebagian siswa melarikan diri, sementara pelaku MY (16) tetap berada di lokasi. Korban kemudian menegur pelaku agar masuk ke dalam kelas.
"Satpam sempat menendang pantat MY secara refleks dan pelan, lalu pelaku masuk ke kelas dan satpam kembali duduk di depan kantor," ucap Kadek.
Baca juga: Anak SD dan Tiga Warga Digigit Anjing Liar di Enrekang, Sampel Rabies Diperiksa
Namun situasi memanas ketika pelaku kembali mendatangi korban dan menantang berduel. Saat korban menghampiri, pelaku justru melakukan pemukulan secara brutal.
"Pelaku memukul korban berkali-kali hingga alis kanan robek, mata kanan memar, dan terjadi pendarahan," ungkapnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian wajah dan mengeluhkan pusing serta nyeri. Korban kemudian melaporkan penganiayaan tersebut ke Polres Luwu Utara untuk diproses hukum.
Dalam video yang beredar di media sosial, korban terlihat duduk tanpa mengenakan baju sambil menahan luka di alisnya yang terus mengeluarkan darah. Sejumlah guru tampak berusaha menenangkan korban usai kejadian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan