Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 09:40 WIB

Anak SD dan Tiga Warga Digigit Anjing Liar di Enrekang, Sampel Rabies Diperiksa

Anak SD dan Tiga Warga Digigit Anjing Liar di Enrekang, Sampel Rabies DiperiksaWarga membunuh seekor anjing liar usai menggigit 4 orang di Enrekang. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Seorang siswa sekolah dasar berinisial MR (12) bersama tiga warga lainnya dilaporkan menjadi korban gigitan anjing liar di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah kini bergerak cepat dengan mengambil sampel anjing untuk memastikan ada tidaknya paparan rabies.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sabir, membenarkan adanya korban anak dalam insiden tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

"Iya, ada anak SD yang menjadi korban gigitan anjing liar," ujar Sabir saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).

Peristiwa itu terjadi di Desa Tongko, Kecamatan Baroko, pada Sabtu (25/1/2026). Korban MR mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala dan wajah.

Baca juga: Anggota Ormas Dikeroyok di Maros, Pelaku Cemburu Mantan Istri Dibonceng Korban

"Korban anak mengalami gigitan di kepala sebelah kanan, pipi kanan, serta bagian belakang tubuh. Saat ini semua korban sudah ditangani sesuai SOP," jelasnya.

Sabir mengungkapkan, kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya bermain dan mengejar anjing liar tersebut. Namun anjing itu justru berbalik menyerang dan menggigit korban secara beruntun.

"Anak itu sedang bermain mengejar anjing liar, tapi kemudian justru diserang," katanya.

Selain MR, tiga orang dewasa juga menjadi korban gigitan dari anjing yang sama. Hewan tersebut akhirnya dibunuh warga untuk mencegah korban tambahan.

Baca juga: Pemprov Sulsel Matangkan Persiapan Pekan Leadership Spiritual ASN Ber-AKHLAK Februari 2026

"Total korban ada empat orang, satu anak dan tiga orang dewasa," terangnya.

Sabir memastikan seluruh korban telah mendapatkan tindakan cuci luka, Vaksin Anti Rabies (VAR), serta Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi medis. Kondisi para korban kini dalam pemantauan petugas kesehatan.

"Semua korban sudah kami tangani sesuai SOP rabies," tegasnya.

Untuk memastikan status kesehatan hewan penular, kepala anjing telah diamankan dan dikirim ke laboratorium oleh Dinas Peternakan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak berinteraksi dengan anjing liar yang berkeliaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Anak SD dan Tiga Warga Digigit Anjing Liar di Enrekang, Sampel Rabies Diperiksa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!