Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 18 JANUARI 2026 • 14:35 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Polman Parangi Istri dan Anak hingga Luka Serius

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Polman Parangi Istri dan Anak hingga Luka SeriusIlustrasi parang. (Foto: Dok. Istimewa)

SULBAR - Seorang pria bernama Ahmadi (40) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, nekat memarangi istri dan anaknya sendiri karena kesal tak diberi uang. Aksi brutal itu berakhir dengan penangkapan pelaku setelah sempat melarikan diri.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Desa Baru, Kecamatan Luyo, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Insiden bermula saat pelaku meminta uang kepada istrinya berinisial TI (35) yang berujung cekcok.

"Intinya itu minta uang, tapi tidak ada hingga cekcok," kata Kasubsektor Luyo Ipda Hamid, Minggu (18/1). 

Cekcok yang memanas membuat pelaku gelap mata hingga masuk ke kamar untuk mengambil parang. Usai kembali, pelaku langsung menyerang istrinya dengan senjata tajam tersebut.

Baca juga: Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tewas di Jurang Gunung Bulusaraung

"Masuk di kamar ambil parang, keluar cekcok lagi, sekalian diparangi istrinya," ujar Hamid.

Anak korban berinisial AA (8) yang berada di lokasi kejadian ikut menjadi sasaran pemarangan. Bocah itu terluka saat berusaha melindungi ibunya yang terjatuh setelah diserang.

"Anaknya yang mencoba menolong dengan cara menghalangi saat melihat mamanya terjatuh, akhirnya kena parang juga," ungkap Hamid.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur dari rumah. Sementara kedua korban segera dievakuasi ke Puskesmas Batupanga untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

Korban TI mengalami luka tebasan di punggung hingga harus menjalani enam jahitan. Sementara AA menderita luka di bagian kaki dengan total 13 jahitan.

"Korban sempat melihat pelaku lari usai melakukan pemarangan, sementara korban langsung dievakuasi," jelas Hamid.

Dari hasil pemeriksaan awal, pertengkaran akibat masalah uang disebut sudah sering terjadi di rumah tangga tersebut. Hal itu diduga menjadi pemicu utama aksi kekerasan pelaku.

"Sudah biasa cekcok masalah uang," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Polman Parangi Istri dan Anak hingga Luka Serius

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!