Ruas jalan Impa-Impa-Anabanua di Wajo. (Foto: Dok. Pemprov Sulsel)
SULSEL - Ruas jalan Impa-Impa-Anabanua sepanjang 16,9 kilometer di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, kini tengah dikerjakan. Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam proyek preservasi jalan paket IV skema Multi Years Contract (MYC) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
Proyek tersebut masuk dalam Program Multi-Year Project (MYP) 2025-2027 yang difokuskan pada peningkatan kualitas jalan strategis provinsi. Preservasi Jalan Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total penanganan mencapai 286,80 kilometer.
Sebanyak 15 ruas jalan di Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone menjadi sasaran proyek ini. Seluruh ruas yang ditangani berstatus jalan provinsi yang berperan penting dalam mobilitas dan distribusi logistik antarwilayah.
Di Kabupaten Wajo, ruas Impa-Impa–Anabanua menjadi salah satu prioritas karena berfungsi sebagai urat nadi penghubung aktivitas masyarakat. Pengerjaan saat ini difokuskan pada sejumlah segmen yang mengalami kerusakan cukup parah.
Baca juga: Bantuan Pemprov Sulsel Tuntaskan Perbaikan Jalan di Luwu, Akses Warga Kini Lebih Nyaman
HSE Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menyebut penanganan ruas tersebut dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Salah satu segmen yang dikerjakan berada di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
"Di lokasi ini kami sedang mengerjakan Lapisan Pondasi Atas (LPA) agregat kelas A sebagai dasar penguatan jalan," ujar Hadyan dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, preservasi jalan mencakup rekonstruksi, pemeliharaan rutin, hingga rehabilitasi minor dan mayor termasuk pengaspalan hotmix. Seluruh tahapan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting agar penanganan sesuai kebutuhan lapangan.
"Pemeliharaan rutin juga sudah kami lakukan di ruas ini, termasuk pekerjaan minor seperti jalur pemandu tertentu dan talud," jelasnya.
Menurut Hadyan, seluruh pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting di lapangan. Setelah itu, penanganan dilakukan secara berjenjang mulai dari LPA agregat, pekerjaan mayor, hingga tahap akhir pengaspalan.
"Setiap segmen memiliki karakter berbeda, sehingga penanganannya kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.
Untuk penyelesaian ruas Impa-Impa–Anabanua, pelaksana menargetkan pekerjaan rampung paling lambat pertengahan Maret 2026 atau sebelum Lebaran. Setelah itu, pengerjaan akan berlanjut ke ruas Ulugalung dan Salonro.
Aspek keselamatan selama pengerjaan menjadi perhatian utama. Manajemen lalu lintas diterapkan dengan sistem buka tutup jalur serta pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel