Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 17:56 WIB

Kasus HIV/AIDS di Sulsel Tembus 1.214, Didominasi Penularan Seks Sesama Pria

Kasus HIV AIDS di Sulsel Tembus 1.214, Didominasi Penularan Seks Sesama PriaIlustrasi HIV/AIDS. (Foto: Freepik)

SULSEL - Jumlah kasus HIV/AIDS di Sulawesi Selatan melonjak hingga 1.214 kasus sepanjang Januari-Agustus 2025. Dari angka tersebut, 572 kasus di antaranya muncul akibat hubungan seksual sesama pria.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ishaq Iskandar, mengungkap kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) mendominasi penyebaran. Ia menegaskan kondisi ini harus segera diantisipasi bersama.

"LSL paling banyak, ada 525 dari total kasus 1.214. Jumlah kematian ODHIV pada 2025 mencapai 394," ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Makassar tercatat sebagai wilayah dengan penyebaran tertinggi dengan 563 kasus. Tingginya populasi di ibu kota provinsi ini disebut sebagai faktor utama laju penularan.

"Dimana tinggi populasi, maka potensi penyebaran penyakit juga tinggi. Itu sebabnya Makassar menempati urutan pertama," jelas Ishaq.

Baca juga: Mobil ASN Bawa 6 Penumpang dari Luwu Utara Terjun ke Empang di Maros

Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui penyebab maraknya kasus LSL di Sulsel. Menurutnya, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengungkap akar masalah.

"Sebenarnya fungsi kita sebatas pencegahan dan pengendalian. Untuk mengetahui mengapa LSL marak, itu perlu riset mendalam," kata Ishaq.

Dia menyebut, penelitian bisa mengungkap apakah penyebabnya terkait gaya hidup atau lingkungan sosial. Ia menilai hal ini penting untuk memutus rantai penularan di masyarakat.

"Apakah sudah menjadi life style atau tradisi, ini yang perlu diteliti. Faktor lingkungan seperti komunitas atau tempat gym juga patut dipertimbangkan," tuturnya.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes Sulsel aktif melakukan sosialisasi ke kelompok usia muda dan populasi kunci. Pencegahan juga dilakukan melalui skrining, pengobatan IMS, distribusi alat suntik steril, hingga terapi metadon.

Baca juga: Panganan Sokko, Warisan Mabbulo Sibatang ri Tana Ogi

"Kami juga melibatkan lintas program dan sektor sesuai tugasnya masing-masing. Fasilitas kesehatan di 24 kabupaten/kota terus diperkuat agar bisa melakukan testing dan treatment," jelasnya.

Ishaq menekankan pentingnya kedisiplinan pasien HIV/AIDS dalam mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Obat ini menjadi kunci menekan jumlah virus dalam tubuh dan mencegah infeksi lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kasus HIV/AIDS di Sulsel Tembus 1.214, Didominasi Penularan Seks Sesama Pria

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!