Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 17 JULI 2025 • 23:22 WIB

Konser HONNE di Makassar Picu Penolakan, Isu LGBT Jadi Sorotan DPRD dan MUI

Konser HONNE di Makassar Picu Penolakan, Isu LGBT Jadi Sorotan DPRD dan MUIJames Hatcher dan Andy Clutterbuck, anggota grup musik HONNE. (Foto: Instagram/hellohonne)

SULSEL - Rencana konser grup musik asal Inggris, HONNE, di Makassar menuai gelombang penolakan dari berbagai pihak. DPRD Kota Makassar, Pemkot, hingga MUI Sulawesi Selatan menyatakan keberatan atas rencana tersebut. 

Penolakan dipicu oleh isu yang ramai beredar di media sosial, menyebut bahwa HONNE memiliki afiliasi atau dukungan terhadap komunitas LGBT. Hal ini dinilai berpotensi mempromosikan gaya hidup yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya lokal.

Anggota Komisi A DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso, secara terbuka menyatakan sikap tegas menolak konser tersebut. Ia meminta Pemkot tidak memberi ruang pada acara yang dinilai bertentangan dengan moral masyarakat.

"Saya, sebagai wakil rakyat, menolak keras kegiatan yang membawa paham LGBT ke tengah masyarakat. Ini bukan hanya soal musik, tapi soal menjaga nilai budaya dan moral masyarakat kita," tegasnya, Kamis (17/7/2025).

Baca juga: 2 Pria di Makassar Ditangkap usai Bobol Rumah Kosong Saat Hari Lebaran, Barang Curian Ditukar Sabu

Andi Hadi mendesak agar Pemkot Makassar tidak memberi izin atas acara yang berpotensi meresahkan publik. Menurutnya, konser ini bukan sekadar hiburan musik, tapi menyangkut kehormatan budaya lokal.

Lebih jauh, ia bahkan mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang secara tegas menolak paham LGBT di Makassar. Hadi menyebut unsur LGBT tidak sesuai dengan budaya Bugis-Makassar maupun suku-suku lainnya di Sulsel.

"Pemkot harus tegas, jangan beri ruang bagi kegiatan yang mencederai adat istiadat kita," tandasnya.

Baca juga: Polisi Kena Tembak Saat Tangkap Begal di Makassar Ternyata Tertembak Adik Sesama Polisi, Kasus Berakhir Damai

Sikap serupa disampaikan MUI Sulsel melalui Komisi Fatwa. Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel, KH Nasrullah Bin Sapa menyampaikan keprihatinannya atas rencana konser tersebut. 

"Kami menolak keras jika konser ini mengandung unsur LGBT. Masyarakat harus dijaga dari pengaruh gaya hidup yang bertentangan dengan nilai Islam," ujarnya. 

Nasrullah menambahkan bahwa MUI tidak menolak musik dan seni, tapi menolak keras konten yang dianggap merusak moral dan keimanan. MUI menilai konser semacam itu bisa merusak moral generasi muda karena tidak sesuai nilai agama, adat budaya, serta norma yang berlaku di masyarakat.

"Kami menyerukan kepada seluruh pihak agar menjaga ruang publik dari normalisasi ideologi yang bertentangan dengan agama dan budaya bangsa," imbuhnya. 

MUI juga mendorong agar promotor dan penyelenggara mengevaluasi kembali isi pertunjukan tersebut. Jika benar mengandung simbol, pesan, atau lirik yang mendukung LGBT, konser diminta untuk dibatalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Konser HONNE di Makassar Picu Penolakan, Isu LGBT Jadi Sorotan DPRD dan MUI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!