Tangkapan layar kericuhan pertandingan sepakbola tarkam di Enrekang. (Foto: Instagram/bugisshare)
SULSEL - Laga sengit antara Makmur Jaya melawan Pantura FC dalam turnamen sepakbola di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, diwarnai kericuhan. Suporter Pantura FC menyerbu lapangan usai memprotes keputusan wasit jelang pertandingan berakhir.
Insiden itu terjadi dalam pertandingan semifinal Kambiolangi Cup II yang berlangsung di Lapangan Belajen, Kecamatan Alla, Kamis (24/7/2025) sore. Saat itu, pertandingan tersisa tiga menit, namun tensi memanas ketika Pantura FC tak diberi penalti.
Baca juga: Wanita di Pangkep Tipu Pemodal Modus Bisnis Fiktif, Korban Rugi Rp550 Juta dan Emas 40 Gram
Kapolsek Alla, Iptu Maga mengatakan bahwa suporter Pantura FC memaksa masuk ke lapangan karena tidak terima timnya tidak mendapat pinalti. Mereka dihalau oleh panitia dan aparat keamanan yang langsung bersiaga mencegah kericuhan meluas.
"Bukan antar penonton. Suporter Pantura masuk karena tidak terima keputusan wasit, protes tidak dikasih pinalti," ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Panitia dan petugas keamanan sempat terlibat saling dorong dengan suporter untuk mengamankan situasi. Pertandingan pun terpaksa dihentikan demi mencegah insiden lebih besar.
Baca juga: Pemuda di Parepare Ditangkap karena Rekam Ipar Mandi, Sudah 3 Kali Beraksi
Meski ricuh, pihak Pantura FC disebut sudah menerima hasil pertandingan dengan skor akhir 2-0 untuk kemenangan Makmur Jaya. Kapten dan manajer Pantura bahkan telah menandatangani hasil pertandingan sebagai bentuk pengesahan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, menunjukkan detik-detik kericuhan saat sekelompok suporter menyerbu lapangan. Panitia dan aparat terlihat berjibaku menghadang aksi protes demi menjaga turnamen tetap kondusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/bugisshare