Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 07:30 WIB

Perut Kembung Saat Puasa? Simak Tips Ampuh Mengurangi Gas Berlebih Agar Nyaman Beribadah

Author

Ilustrasi perut kembung. (Foto: Freepik)

SULSEL - Perut kembung saat puasa sering membuat ibadah terasa kurang nyaman, terutama ketika harus berdiri lama saat shalat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh gas berlebih di saluran pencernaan akibat perubahan pola makan selama Ramadan.

Saat puasa, jadwal makan berubah drastis menjadi hanya dua kali utama, yakni saat sahur dan berbuka. Perubahan ini dapat memengaruhi sistem cerna dan memicu produksi gas jika tidak diatur dengan tepat.

Menurut penjelasan medis dari Mayo Clinic, gas dalam perut terbentuk akibat udara yang tertelan dan proses fermentasi makanan di usus besar. Gas yang menumpuk dapat menyebabkan sensasi penuh, begah, hingga sering buang angin.

Kondisi ini sebenarnya normal, namun bisa menjadi mengganggu jika terjadi berlebihan. Apalagi saat puasa, tubuh juga mengalami perubahan metabolisme yang memengaruhi kerja lambung dan usus.

Baca juga: Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap Sah

Penyebab Perut Kembung Saat Puasa

Salah satu penyebab utama adalah makan terlalu cepat saat berbuka. Kebiasaan ini membuat lebih banyak udara tertelan sehingga meningkatkan produksi gas.

Mengonsumsi minuman bersoda saat berbuka juga memperparah kembung. Kandungan karbonasi langsung menambah jumlah gas di dalam lambung.

Selain itu, makanan tinggi lemak dan gorengan dapat memperlambat proses pengosongan lambung. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama dan menghasilkan lebih banyak gas.

Makanan seperti kol, sawi, kacang-kacangan, dan produk susu tertentu juga dikenal sebagai pemicu gas. Beberapa orang bahkan memiliki intoleransi laktosa yang membuat perut mudah kembung setelah mengonsumsi susu.

Menurut Cleveland Clinic, stres dan kecemasan juga dapat memperburuk gangguan pencernaan. Saat berpuasa, kurang tidur dan perubahan aktivitas bisa memengaruhi kondisi ini.

Baca juga: Hukum Kentut Kecil Saat Shalat: Antara Was-was dan Batal, Ini Penjelasan Lengkapnya

1. Atur Pola Berbuka dengan Bijak

Mulailah berbuka dengan porsi kecil dan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Hindari langsung menyantap makanan berat dalam jumlah besar.

Berikan jeda beberapa menit sebelum makan utama. Cara ini membantu lambung beradaptasi dan mengurangi risiko kembung.

2. Kunyah Makanan Secara Perlahan

Makan terburu-buru meningkatkan udara yang masuk ke saluran cerna. Kebiasaan ini tanpa disadari menjadi penyebab utama gas berlebih.

Kunyah makanan perlahan hingga halus sebelum ditelan. Selain membantu pencernaan, cara ini juga membuat rasa kenyang lebih cepat tercapai.

3. Hindari Makanan Pemicu Gas

Kurangi konsumsi gorengan, makanan berlemak, dan minuman bersoda saat berbuka. Pilih makanan yang lebih mudah dicerna seperti sup hangat atau sayuran rebus.

Jika sensitif terhadap susu, pilih alternatif rendah laktosa. Mengidentifikasi pemicu pribadi sangat penting untuk mencegah kembung berulang.

Baca juga: Ibu di Bone Tewas Ditikam Putri Kandungnya Saat Salat Subuh, Pelaku Diduga ODGJ

4. Perbanyak Asupan Serat Secukupnya

Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit yang bisa memperparah kembung. Namun konsumsinya tetap harus seimbang agar tidak menimbulkan gas berlebih.

Pilih sumber serat alami seperti buah dan sayur segar. Hindari peningkatan serat secara mendadak dalam jumlah besar.

5. Tetap Aktif Setelah Berbuka

Berbaring segera setelah makan dapat memperlambat kerja lambung. Aktivitas ringan seperti berjalan santai membantu pergerakan usus lebih optimal.

Gerakan tubuh yang cukup juga membantu mengeluarkan gas secara alami. Dengan begitu, rasa begah dapat berkurang sebelum waktu shalat tiba.

Baca juga: Polres Selayar Perkuat Pembinaan Spiritual Tahanan, Salat Berjamaah Jadi Rutinitas Harian

6. Perhatikan Pola Sahur

Sahur berperan penting dalam menjaga kestabilan pencernaan sepanjang hari. Pilih makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat kompleks dan protein.

Hindari makanan terlalu pedas atau berlemak saat sahur. Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dan sistem cerna bekerja optimal.

7. Kelola Stres dan Istirahat Cukup

Kurang tidur selama Ramadan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan sistem pencernaan. Tubuh yang lelah cenderung lebih sensitif terhadap gangguan lambung.

Luangkan waktu istirahat yang cukup di malam hari. Mengelola stres dengan baik juga membantu mencegah produksi gas berlebihan.

Baca juga: Polisi di Bulukumba Ditikam OTK usai Salat Tahajud, Pelaku Diduga Hendak Mencuri

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Jika perut kembung saat puasa disertai nyeri hebat, muntah, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, segera periksakan diri. Gejala tersebut bisa menandakan gangguan pencernaan yang lebih serius.

Konsultasi medis penting untuk memastikan tidak ada kondisi seperti sindrom iritasi usus atau gangguan lambung lainnya. Penanganan yang tepat akan membuat ibadah tetap nyaman dan tenang.

Perut kembung saat puasa sebenarnya dapat dicegah dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Dengan langkah sederhana namun konsisten, gas berlebih bisa dikendalikan sehingga aktivitas ibadah berjalan lebih khusyuk.

Menjaga kesehatan pencernaan selama Ramadan bukan hanya soal kenyamanan fisik. Hal ini juga menjadi bagian dari ikhtiar agar puasa dan ibadah lainnya dapat dijalankan dengan optimal tanpa gangguan berarti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU