Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 09:20 WIB

Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap Sah

Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap SahIlustrasi salat berjamaah. (Foto: Freepik)

SULSEL - Sering kentut kecil saat Shalat Tarawih kerap membuat sebagian orang gelisah dan khawatir ibadahnya tidak sah. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, terutama ketika berdiri lama dalam rakaat yang panjang dan suasana masjid hening.

Dalam fikih Islam, keluarnya angin dari dubur termasuk perkara yang membatalkan wudhu. Namun merujuk pada hadis sahih riwayat Muhammad dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dijelaskan agar seseorang tidak membatalkan shalatnya sampai benar-benar mendengar suara atau mencium bau.

Artinya, keraguan semata tidak otomatis membatalkan wudhu. Prinsip keyakinan tidak hilang karena keraguan menjadi pegangan penting agar ibadah tetap tenang dan tidak waswas.

Secara medis, kentut atau flatus adalah pelepasan gas dari saluran pencernaan. Menurut Mayo Clinic, gas terbentuk akibat proses pencernaan dan udara yang tertelan saat makan atau minum.

Saat Tarawih, posisi berdiri lama bisa meningkatkan tekanan di perut sehingga gas lebih mudah keluar. Apalagi jika sebelumnya mengonsumsi makanan tertentu yang memicu produksi gas.

Baca juga: Pemkab Wajo Luncurkan Gerakan Salat Duha Berjamaah di 941 Masjid untuk Bangun Karakter Masyarakat Religius

Berikut cara mengatasi sering kentut kecil saat Shalat Tarawih agar ibadah tetap sah dan lebih nyaman.

1. Pastikan Benar-Benar Terjadi atau Hanya Perasaan

Banyak orang merasa seperti ada angin keluar padahal tidak ada bukti nyata. Dalam ajaran Islam, wudhu tidak batal hanya karena perasaan atau keraguan.

Jika tidak terdengar suara atau tercium bau, maka shalat tetap sah. Pegang prinsip ini agar tidak terjebak waswas berulang.

2. Atur Pola Makan Sebelum Tarawih

Hindari makanan tinggi gas seperti kol, sawi, kacang-kacangan, dan minuman bersoda sebelum berangkat ke masjid. Makanan berlemak dan pedas juga dapat memperlambat pencernaan sehingga memicu kembung.

Berikan jeda waktu cukup antara makan malam dan pelaksanaan Tarawih. Idealnya, makan selesai 1-2 jam sebelum shalat dimulai.

Baca juga: Tahanan Polres Selayar Diwajibkan Salat Berjamaah, Suasana Rutan Jadi Religius

3. Makan dan Minum dengan Perlahan

Udara yang tertelan saat makan terlalu cepat bisa menumpuk di saluran cerna. Kebiasaan berbicara saat makan atau minum dengan sedotan juga meningkatkan udara masuk.

Kunyah makanan perlahan dan hindari tergesa-gesa setelah berbuka. Cara sederhana ini efektif mengurangi produksi gas berlebih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Kentut Kecil Saat Shalat Tarawih? Ini Cara Mengatasinya Agar Ibadah Tetap Sah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!