Ilustrasi salat berjamaah. (Foto: Freepik)
SULSEL - Sering kentut kecil saat Shalat Tarawih kerap membuat sebagian orang gelisah dan khawatir ibadahnya tidak sah. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi, terutama ketika berdiri lama dalam rakaat yang panjang dan suasana masjid hening.
Dalam fikih Islam, keluarnya angin dari dubur termasuk perkara yang membatalkan wudhu. Namun merujuk pada hadis sahih riwayat Muhammad dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, dijelaskan agar seseorang tidak membatalkan shalatnya sampai benar-benar mendengar suara atau mencium bau.
Artinya, keraguan semata tidak otomatis membatalkan wudhu. Prinsip keyakinan tidak hilang karena keraguan menjadi pegangan penting agar ibadah tetap tenang dan tidak waswas.
Secara medis, kentut atau flatus adalah pelepasan gas dari saluran pencernaan. Menurut Mayo Clinic, gas terbentuk akibat proses pencernaan dan udara yang tertelan saat makan atau minum.
Saat Tarawih, posisi berdiri lama bisa meningkatkan tekanan di perut sehingga gas lebih mudah keluar. Apalagi jika sebelumnya mengonsumsi makanan tertentu yang memicu produksi gas.
Berikut cara mengatasi sering kentut kecil saat Shalat Tarawih agar ibadah tetap sah dan lebih nyaman.
Banyak orang merasa seperti ada angin keluar padahal tidak ada bukti nyata. Dalam ajaran Islam, wudhu tidak batal hanya karena perasaan atau keraguan.
Jika tidak terdengar suara atau tercium bau, maka shalat tetap sah. Pegang prinsip ini agar tidak terjebak waswas berulang.
Hindari makanan tinggi gas seperti kol, sawi, kacang-kacangan, dan minuman bersoda sebelum berangkat ke masjid. Makanan berlemak dan pedas juga dapat memperlambat pencernaan sehingga memicu kembung.
Berikan jeda waktu cukup antara makan malam dan pelaksanaan Tarawih. Idealnya, makan selesai 1-2 jam sebelum shalat dimulai.
Baca juga: Tahanan Polres Selayar Diwajibkan Salat Berjamaah, Suasana Rutan Jadi Religius
Udara yang tertelan saat makan terlalu cepat bisa menumpuk di saluran cerna. Kebiasaan berbicara saat makan atau minum dengan sedotan juga meningkatkan udara masuk.
Kunyah makanan perlahan dan hindari tergesa-gesa setelah berbuka. Cara sederhana ini efektif mengurangi produksi gas berlebih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: