Jufri Rahman Paparkan Strategi Jitu Pemprov Sulsel Tekan Pengangguran, Target Serap 33 Ribu Tenaga Kerja
SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat langkah menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui strategi terpadu berbasis data, pelatihan vokasi, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja di berbagai sektor.
Kebijakan tersebut dipaparkan Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, dalam forum daring bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri RI dari Rumah Jabatan Sekda Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu (1/4/2026). Penurunan pengangguran menjadi fokus utama dalam RPJMD Sulsel 2025–2029.
Jufri menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui program vokasi berbasis “link and match”. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjembatani kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
"Perlunya penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja melalui program pelatihan vokasi serta link and match," ujar Jufri.
Baca juga: Pemkot Makassar Fasilitasi Pelatihan Kerja untuk Difabel, 9 Perusahaan Siap Merekrut
Strategi yang diterapkan mencakup seluruh rantai ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kualitas SDM, proses penempatan kerja, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Skema ini juga didorong melalui penguatan kewirausahaan dan sektor informal.
Berbagai program dijalankan, seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi, job fair, serta penguatan fungsi antar kerja. Pemerintah juga mendorong lahirnya wirausaha muda sebagai alternatif penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, sektor unggulan seperti pertanian, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif dioptimalkan karena memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Upaya ini dijalankan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Fokusnya adalah memastikan lulusan pelatihan dan pencari kerja umum dapat terserap di sektor formal maupun mandiri melalui wirausaha," jelasnya.
Pemprov Sulsel menargetkan penempatan 33.282 tenaga kerja sepanjang 2025, disertai peningkatan jumlah peserta pelatihan kerja. Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) juga menjadi prioritas di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
"Pemprov Sulsel berkomitmen menjaga keberlanjutan program melalui penguatan anggaran, perluasan jejaring kemitraan, serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah," kata Jufri.
Jufri mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka Sulsel pada akhir 2025 berada di kisaran 4,45 persen. Namun, disparitas wilayah dan gender masih menjadi tantangan, dengan angka pengangguran perempuan 5,1 persen, lebih tinggi dibanding laki-laki sebesar 4,03 persen.
"Tentu kita berharap tren ini terus menurun melalui intervensi program yang tepat sasaran," imbuhnya.
Baca juga: Investasi Sulsel Melonjak 39 Persen di 2025, Tembus Rp19,5 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Untuk mengatasi hal tersebut, frekuensi job fair terus ditingkatkan dan pelatihan berbasis kelompok usaha mandiri diperluas, termasuk bagi penyandang disabilitas. Program ini diharapkan mampu menjangkau kelompok rentan secara lebih inklusif.
Kerja sama strategis juga dijalin dengan perguruan tinggi, BBPVP, serta mitra internasional seperti Jepang untuk membuka peluang kerja ke luar negeri. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan akses pasar kerja global bagi tenaga kerja Sulsel.
Seluruh upaya tersebut diperkuat melalui peta jalan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi 2025-2029 yang melibatkan dunia usaha dan industri. Sinkronisasi ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Secara nasional, penurunan pengangguran menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pun menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel