SULSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menegaskan komitmennya menciptakan kesempatan kerja setara bagi penyandang disabilitas. Melalui program pelatihan inklusif yang digelar bersama Baznas, sebanyak 22 peserta difabel dilatih untuk siap masuk dunia kerja.
Pelatihan berlangsung 10 hari di Balai Besar Pengembangan Koperasi dan Produktivitas Makassar. Fokus pelatihan mencakup Administrasi Perkantoran dan Desain Grafis, dua bidang yang paling dibutuhkan industri saat ini.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung membuka kegiatan yang dipusatkan di Makassar Creative Hub, Anjungan Losari, Kamis (25/9/2025). Ia menegaskan inklusivitas tak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan melalui program nyata.
Baca juga: Ibunda Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Tutup Usia, Suasana Haru Selimuti Rumah Duka
"Pembangunan kota harus berdasar kebersamaan, memposisikan semua warga setara atau sejajar, sama rata, sama rasa. Inklusif tidak boleh hanya menjadi slogan, tapi harus diwujudkan lewat kegiatan nyata seperti hari ini," ujarnya.
Program ini juga menjadi tindak lanjut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut mewajibkan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta mempekerjakan difabel sesuai proporsi formasi kerja.
Kepala Disnaker Makassar, Nielma Palamba, menegaskan program ini bukan seremonial belaka, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak difabel sebagai warga negara. Ia memastikan peserta mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui industri.
Baca juga: Ponakan Tembak Mati Paman di Bulukumba usai Cekcok, Pelaku Ternyata DPO Kasus Narkoba
"Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud kesungguhan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai amanat undang-undang," jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, sembilan perusahaan menyatakan siap menyerap lulusan pelatihan sesuai keahlian yang dilatih. Dunia industri disebut sangat terbuka untuk memberi ruang kerja yang layak bagi tenaga kerja disabilitas.
Pemkot Makassar menargetkan program pelatihan inklusif ini digelar secara berkala agar semakin banyak difabel bisa berperan dalam pembangunan kota. Langkah ini diharapkan memperkuat citra Makassar sebagai kota ramah dan inklusif bagi semua warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan