SULSEL - Sebanyak 500 ASN di Sulawesi Selatan resmi menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Program ini menandai langkah awal Sulsel sebagai pilot project nasional pembentukan Komcad dari unsur aparatur sipil negara.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Sulsel dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia yang digelar di Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa pada Senin (30/3/2026). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan berbasis sumber daya manusia.
Upacara pembukaan dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dan Sekda Jufri Rahman. Hadir pula Kepala Badan Cadangan Nasional, Gabriel Lema.
Total peserta terdiri dari 347 ASN Pemprov Sulsel dan 153 ASN kabupaten/kota. Program ini juga menjadi lanjutan pembinaan pemerintahan desa setelah sebelumnya diikuti ribuan kepala desa.
Baca juga: Gubernur Andi Sudirman Apresiasi TNI Jaga Kondusivitas Sulsel Selama Demo
Gabriel Lema mengatakan pelaksanaan Komcad ASN di Sulsel menjadi tonggak baru dalam sistem pertahanan berbasis Hankamrata. Menurutnya, pelibatan ASN secara terstruktur dan masif baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
"Ini adalah sejarah nasional. Sulawesi Selatan menjadi ujung tombak, pionir, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam memperkuat sistem pertahanan negara berbasis bela negara," ujarnya.
Ia menyebut ASN tidak hanya berperan sebagai pelayan publik, tetapi juga bagian penting dalam ekosistem pertahanan negara. Penguatan karakter, disiplin, dan kesiapsiagaan dinilai krusial menghadapi dinamika global.
"Konstitusi telah menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban dalam upaya pembelaan negara," jelas Gabriel.
Baca juga: Wamenhan Tekankan Konsep Bela Negara Bagi ASN di Ramadan Leadership Camp Sulsel
Pelatihan akan berlangsung sekitar dua bulan dengan fokus pembentukan karakter kebangsaan. Materi meliputi disiplin, kerja sama, empati, hingga perubahan pola pikir dan tanggung jawab.
Peserta akan dibina langsung oleh pelatih profesional dari Kodam XIV/Hasanuddin. Diharapkan, mereka kembali ke instansi dengan sikap kerja yang lebih tangguh dan profesional.
Salah satu peserta, Nurul Mutmainah Alexander Rahim dari Dinas Kesehatan Sulsel, mengaku antusias mengikuti pelatihan. Ia menilai kegiatan ini memperkuat jiwa patriotisme dan akuntabilitas ASN.
Hal serupa disampaikan Reza Ananda Putra dari Biro Umum Setda Sulsel. Ia menyebut pelatihan ini menjadi momentum membangun disiplin dan etos kerja di lingkungan birokrasi.
Baca juga: Pengadaan Barang dan Jasa Rawan Korupsi, ASN Sulsel Dibekali Solusi dan Pencegahan di RLC 2026
"Semangat ini akan kami bawa ke kantor, untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat! Ewako!" ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kemhan dan Pemprov Sulsel. Penandatanganan ini menjadi tindak lanjut MoU antara Menteri Pertahanan dan Gubernur Sulsel.
Dokumen kerja sama ditukar sebagai simbol penguatan sinergi pusat dan daerah. Langkah ini mempertegas komitmen bersama dalam membangun sistem pertahanan negara.
Melalui program ini, Pemprov Sulsel menegaskan dukungan terhadap penguatan pertahanan nasional berbasis SDM. Sekaligus mendorong lahirnya ASN berkarakter kuat dan berintegritas tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel