Rabu, 25 MARET 2026 • 16:50 WIB

Pria di Makassar Laporkan Istri Diduga Jual 3 Anak dan Keponakan, Polisi Selidiki

Author

Ilustrasi perdagangan anak. (Foto: Freepik)

SULSEL - Seorang pria bernama Anto (40) di Makassar, Sulawesi Selatan, melaporkan istrinya, MT (38), ke polisi atas dugaan tindak pidana perdagangan anak. Laporan itu menyebut tiga anak kandung dan satu keponakan diduga telah dijual.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Sulsel dengan nomor LP/B/248/III/2026/SPKT pada 2 Maret 2026. Anto mengaku langkah tersebut diambil setelah muncul berbagai informasi yang menguatkan kecurigaannya.

"Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya," ujar Anto kepada awak media, Rabu (25/3).

Anto menyebut dirinya memiliki lima anak selama berumah tangga, terdiri dari tiga anak kandung dan dua anak sambung. Ia menduga salah satu anak sambungnya berinisial AI telah dijual oleh istrinya bersama pihak keluarga.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Warga Suku Anak Dalam Terkait Penculikan Bilqis di Makassar, Jejak Dugaan TPPO Terkuak

Ia juga mengaku mendapat informasi lain terkait anaknya berinisial AZ yang diduga sudah ditawarkan sejak dalam kandungan. Bahkan, disebut ada uang panjar yang diberikan oleh calon pembeli sebelum bayi lahir.

"Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp 1,8 juta," ungkapnya.

Kecurigaan semakin kuat setelah anaknya berinisial AS tidak terlihat selama dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat Anto menduga anak tersebut mengalami nasib serupa.

"AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya," jelas Anto.

Baca juga: Delegasi WHO Tinjau RSIA Pertiwi Makassar, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Sorotan APEC

Tak hanya itu, Anto juga mengungkap dugaan penjualan bayi dari pihak keluarga istrinya. Ia menyebut bayi iparnya diduga diambil seseorang sesaat setelah lahir dengan nilai transaksi jutaan rupiah.

"Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta," bebernya.

Anto menambahkan, istrinya sempat meninggalkan rumah dengan alasan pulang ke orang tuanya. Namun hingga lebih dari sepekan, yang bersangkutan tidak kembali dan keberadaannya tidak diketahui.

"Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU