SULSEL - Aksi seorang pria yang mengamuk sambil membawa kapak saat berlangsung demo di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan viral di media sosial. Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan bentrokan, melainkan kesalahpahaman yang dipicu situasi emosional.
Insiden itu terjadi saat demonstran yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya menutup Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Pasar Cilallang, Kecamatan Cilallang, pada Sabtu (7/2/2026). Pria tersebut datang ke lokasi karena mengira massa aksi tidak akan memberi jalan bagi mobil jenazah.
Baca juga: Suami di Makassar Pukul Istri Pakai Kipas Angin Hanya karena Kaos Kaki
Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung menjelaskan bahwa ada warga yang meninggal akibat kecelakaan di Kecamatan Bua. Dugaan bahwa mobil jenazah akan tertahan di lokasi aksi membuat pria itu spontan datang dan meluapkan amarah.
"Bukan berkelahi, itu salah paham. Dia mengira pengunjuk rasa tidak akan memberi jalan untuk mobil jenazah, makanya datang dalam kondisi emosi," ujar Yakobus, Senin (9/2).
Dalam video yang beredar, pria itu tampak bertelanjang dada dengan baju putih tersampir di bahu sambil memegang kapak di tangan kanan. Ia terlihat berteriak dan menunjuk ke arah massa aksi, meminta agar jalan tidak ditutup.
Baca juga: Mayat Tanpa Kepala Mengapung di Danau Tempe Gegerkan Warga Wajo
Aparat kepolisian dan peserta aksi kemudian memberikan penjelasan bahwa kendaraan prioritas tetap diperbolehkan melintas. Setelah memahami situasi tersebut, emosi pria itu mereda dan ia meninggalkan lokasi.
"Setelah diberi pemahaman bahwa kendaraan prioritas tetap bisa lewat, yang bersangkutan akhirnya paham," ungkap Yakobus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan