SULSEL - Serangkaian pencurian menyasar rumah ibadah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam tiga hari terakhir. Sedikitnya empat masjid kehilangan perangkat pengeras suara atau sound system berupa amplifier dan mixer.
Aksi pencurian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Minasatene dengan waktu kejadian yang berdekatan pada dini hari. Polisi menduga seluruh kejadian dilakukan oleh pelaku yang sama karena pola dan barang sasaran yang identik.
Kapolsek Minasatene Iptu Muhammad Alyas mengatakan, pencurian pertama terjadi di Masjid Babussalam Kampung Biringere, Desa Panaikang, sekitar pukul 02.00 WITA. Selang beberapa jam, Masjid Nurul Iman di Kampung Japing-Japing, Kelurahan Bonto Langkasa, juga disasar pelaku pada Minggu (4/1/2026).
Aksi serupa kembali terjadi pada Selasa (6/1) di Masjid Nurul Takwa, Desa Kabba, sekitar pukul 04.00 WITA. Pelaku kemudian beraksi di Masjid Baburridha, Kelurahan Biraeng, sekitar pukul 05.30 WITA.
Baca juga: Meresahkan! Remaja di Sinjai Bikin Video Penampakan Pocong Berujung Diamankan Polisi
Dari empat masjid yang menjadi korban, baru dua pengurus yang resmi melapor ke polisi. Laporan tersebut berasal dari pengurus Masjid Babussalam Biringere dan Masjid Nurul Takwa Kabba.
"Yang saat ini membuat laporan baru dua masjid," kata Alyas, Selasa (6/1).
Polisi menemukan petunjuk dari rekaman kamera pengawas di salah satu lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat datang seorang diri menggunakan sepeda motor.
"Di CCTV yang ada di dekat TKP terlihat pelaku datang sendiri dan menggunakan sepeda motor," ungkap Alyas.
Baca juga: BNN Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu di Sidrap, Kurir Ditangkap Saat Menuju Makassar
Dalam melancarkan aksinya, pelaku diduga merusak pintu masjid sebelum mengambil perangkat pengeras suara. Barang yang dibawa kabur berupa amplifier dan mixer yang digunakan untuk aktivitas ibadah.
"Pelaku mengambil ampli dan mixer yang dipakai untuk pengeras suara di masjid," jelasnya.
Polisi kini mendalami identitas pelaku dan kendaraan yang digunakan saat beraksi. Petugas juga menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur pelarian serta mengevaluasi pola patroli di jam rawan.
"Kami mendalami identitas pelaku termasuk kendaraan yang digunakan, memeriksa CCTV di jalur pelarian, serta mengevaluasi rute patroli dan jam rawan yang dimanfaatkan pelaku," pungkas Alyas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan