SULSEL - Perahu jolloro yang membawa rombongan Camat Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terbalik di tengah laut hingga menewaskan tiga orang. Salah satu korban meninggal adalah Camat Liukang Tupabbiring, Muhammad Fitri Mubarak (53).
Kecelakaan terjadi di perairan antara Pulau Podang-podang dan Pulau Sarappo Lompo, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Sabtu (27/12/2025). Selain camat, korban tewas lainnya adalah bidan desa bernama Darmayanti serta Ketua LKC Dompet Dhuafa Sulsel, Imran.
Kepala Pelaksana BPBD Pangkep Akbar Yunus menuturkan, perahu berangkat dari Dermaga Pangkajene menuju Pulau Sarappo sekitar pukul 08.40 WITA. Jolloro tersebut mengangkut 12 orang untuk menyalurkan bantuan sosial.
Baca juga: Dinkes Sulsel Siagakan Tim Medis di Sejumlah Pos Terpadu Nataru 2025/2026
"Perahu jolloro tersebut berangkat sekitar pukul 08.40 WITA dari Dermaga Pangkajene ke Pulau Sarappo untuk bawa bantuan. Ada 12 orang di perahu termasuk nahkoda dan 1 ABK," katanya.
Akbar menyebut, rombongan membawa bantuan untuk masyarakat Pulau Sarappo Lompo. Bantuan tersebut terdiri atas 40 sak semen dan 40 unit jamban.
Namun, sekitar pukul 11.00 WITA, cuaca di perairan Pulau Podang-podang dilaporkan memburuk. Ombak besar menghantam perahu hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Baca juga: Polres Selayar Tangkap 2 Pria Curi Perkakas di Toko
Warga Pulau Podang-podang yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke pulau terdekat. Proses evakuasi kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.
"Warga Pulau Podang-podang melakukan evakuasi kepada korban ke pulaunya," jelas Akbar.
Sekitar pukul 15.00 WITA, seluruh korban dievakuasi ke daratan menggunakan Kapal Negara Patroli KNP 496 milik KPLP Syahbandar Maccini Baji. Aparat terkait masih melakukan pendataan dan penanganan lanjutan atas insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan