Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 09:40 WIB

Puluhan Siswa di Pangkep Keracunan Massal usai Santap MBG, Dinkes Lakukan Investigasi

Author

Siswa korban keracunan MBG di Pangkep menjalani perawatan di puskesmas. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Sebanyak 74 siswa di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini langsung ditangani Dinas Kesehatan Pangkep dengan melakukan investigasi menyeluruh.

"Benar ada dugaan keracunan siswa-siswi makanan dari program MBG di Kecamatan Labakkang," ujar Kapolsek Labakkang AKP Sofyanto, Selasa (9/12/2025).

Insiden itu menimpa siswa SMA 13 Boarding School Pangkep dan SD Negeri 13 Kassiloe pada Senin (8/12). Kapolsek menerima laporan sekitar pukul 21.00 WITA setelah sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala.

"Informasi yang kami terima bahwa ada beberapa siswa yang mengalami gejala keracunan dari pihak SMA 13. Personel kami langsung ke sana," tuturnya.

Baca juga: Pemprov Sulsel Rampungkan Pedoman Strakom Stunting untuk 24 Daerah, Targetkan Lompatan Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Para siswa mengalami muntah, diare hingga sakit perut secara bersamaan. Beberapa di antaranya harus dievakuasi ke Puskesmas Labakkang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Ada beberapa siswa yang boarding school mengalami muntah-muntah, diare dan gangguan perut, dan sudah ada siswa yang dibawa ke puskesmas terdekat," jelas Sofyanto.

Menurut keterangan pihak sekolah, makanan MBG diantar oleh SPPG 02 Labakkang sekitar pukul 10.30 WITA. Siswa kemudian menyantapnya sekitar satu jam setelahnya.

"Pukul 17.00 WITA dimana sebagian siswa merasakan sakit perut, mual, diare dan muntah-muntah," ungkapnya.

Baca juga: Polsek Bontosikuyu Amankan Ibadah Sambut Natal di Binanga Benteng Selayar

Dinas Kesehatan Pangkep mencatat total 74 siswa terdampak, dengan 27 di antaranya sempat dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian telah diperbolehkan pulang, namun lainnya masih menjalani perawatan intensif.

"Ada 74 orang yang terdampak keracunan yang diduga dari makanan yang diberikan dari SPPG. 27 orang dirawat di Puskesmas Labakkang, Puskesmas Taraweang, STMC dan RSUD Batara Siang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan, Mansur.

Dinkes juga telah mengambil sampel makanan berupa lauk ikan woku dan capcai untuk diuji di laboratorium. Hasilnya diperkirakan keluar paling cepat dalam 24 jam ke depan.

"Kami sudah turun ke sekolah untuk memantau dan melihat kondisi di sana sekaligus pengambilan sampel untuk makanan yang dikonsumsi pada hari itu," pungkas Mansur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU