Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 15:32 WIB

Bocah di Gowa Tertembak Peluru Nyasar di Dahi Saat Main HP Depan Rumah

Author

Ilustrasi penembakan. (Foto: Freepik)

SULSEL - Seorang bocah laki-laki inisial RF (7) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tertembak peluru nyasar oleh orang tak dikenal (OTK) saat bermain ponsel di depan rumahnya. Korban terkena di bagian dahi hingga tulang tengkoraknya retak.

Insiden itu terjadi di Perumahan Bonewa Estate, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattalassang, pada Sabtu (22/11/2025) sore. Saat kejadian, korban sedang bermain game online dengan sepupunya.

"Anakku sedang bermain HP disini sama sepupunya dan tiba tiba ada suara tembakan dan anakku terkena tembakan pada jidatnya," ujar ibu korban, Fitriani, kepada wartawan, Kamis (27/11). 

Fitrani mengatakan, anaknya mengalami luka di bagian kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Korban menjalani operasi guna mengeluarkan proyektil peluru dari kepalanya.

Baca juga: Pemprov Sulsel Salurkan Santunan Kematian dari Kemensos untuk Ahli Waris Korban Bencana

Menurut Fitriani, korban mengaku sempat mendengar suara tembakan dari kejauhan sebanyak dua kali. Tak lama setelah itu, sebuah proyektil langsung mendarat tepat di dahi RF.

"Tiba-tiba peluru itu mengenai kepalanya di bagian jidat. Kata dokter, pelurunya tertancap di tengkorak. Hari itu juga dijahit dua jahitan," bebernya.

Bocah 7 tahun di Gowa kena tembak peluru nyasar di bagian dahi. (Foto: Dok. Istimewa)

Selain luka terbuka, RF juga mengalami retak pada tulang tengkorak. Hal itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan medis lanjutan di rumah sakit.

"Kata dokter tengkoraknya retak. Kemarin belum sempat operasi, jadi saya minta CT scan dulu karena terkendala biaya," ungkap Fitriani.

Baca juga: Gubernur Sulsel Paparkan Arah Pembangunan Mamminasata di ASCC 2025 Jepang

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Gowa, Ipda Agus menyebut, senjata yang digunakan pelaku adalah senapan angin. Sementara berdasarkan keterangan medis, peluru yang mengenai kepala korban merupakan peluru senapan berkaliber 0,5 mm.

"Dari hasil pemeriksaan rumah sakit, peluru tersebut jenis peluru senapan angin," jelasnya.

Menurut informasi warga sekitar, ada yang melihat dua OTK masuk ke kompleks perumahan dengan membawa senapan angin laras panjang. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku.

"Tim masih mendalami dan mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat," pungkas Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU