Minggu, 14 SEPTEMBER 2025 • 20:57 WIB

Siswa SMP di Pinrang Curhat di Medsos, Ngaku Dicabuli Guru hingga Trauma

Author

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SULSEL - Seorang siswa SMP berinisial P di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, curhat di media sosial (medsos) dan mengaku menjadi korban pelecehan seksual oknum guru pria di sekolahnya. Ia menyebut kasus ini tidak hanya menimpanya, tetapi juga beberapa siswa lain yang trauma hingga mencoba bunuh diri.

"Saya salah satu siswa di SMPN 1 Pinrang mengeluhkan adanya pelecehan yang dilakukan guru pria di sekolah kami," ujar P, Minggu (14/9/2025).

P menceritakan, dugaan pelecehan tersebut sudah berlangsung lama dan menargetkan siswa laki-laki. Aksi bejat pelaku dilakukan dengan meremas area sensitif korban hingga melontarkan candaan bernada cabul.

"Bentuk pelecehan yang saya alami yaitu pantat saya diremas beberapa kali serta dilontarkan candaan bernuansa jorok kepada saya," ungkapnya.

Baca juga: Nekat Lompat ke Bendungan, Pemotor Wanita di Pinrang Ditemukan Tewas Terseret Arus

P menuturkan, dirinya menjadi korban pada awal Agustus 2025 di lingkungan sekolah. Ia menyebut setidaknya ada empat korban lain, termasuk alumni yang masih mengalami trauma berat hingga nyaris bunuh diri.

"Banyak korban namun sedikit yang berani bicara. Ada 4 termasuk saya. Ada yang sudah alumni. Dia bilang saking malunya sudah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri," katanya.

Bahkan, kata P, pelaku sempat mengajak korban lain berhubungan badan dengan memperlihatkan video tak senonoh. Hal itu semakin memperburuk kondisi psikologis para korban.

P mengaku kecewa lantaran laporan ke pihak sekolah tidak ditindaklanjuti. Meski sudah disampaikan ke Bagian Konseling (BK) dan kepala sekolah (kepsek), kasus ini dianggap dibiarkan begitu saja.

Baca juga: Fly Jaya Resmi Jadi Maskapai Penerbangan Bersubsidi di Sulsel, Bakal Layani 8 Rute Regional

"Sudah ada yang melapor ke BK dan Kepsek dan katanya nanti ditindaklanjuti tetapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Jadi kami korban muak dan sangat terganggu konsentrasi belajar kami," keluhnya.

Karena tidak ada respons, para korban curhat di medsos dan kini tengah menyiapkan bukti untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka berharap penegak hukum bisa memberikan keadilan dan mencegah munculnya korban baru.

"Kami sementara menyiapkan bukti untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Kami tidak mau ada banyak korban lagi," tegasnya.

Baca juga: Heboh Video Mesum Diduga Pelajar SMA di Luwu Timur, Durasi 1 Menit 19 Detik

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pinrang turun tangan melakukan penyelidikan. Pihak terkait, termasuk guru terduga pelaku, kepsek, serta siswa yang menjadi korban akan segera dipanggil.

"Tadi malam itu saya sampaikan ke Pak Kadis itu ada percakapan (curhatan siswa mengaku korban pelecehan seksual). Dari Pak Kadis bilang kasus tersebut akan ditangani," ujar Kabid Dikdas Dikbud Pinrang, Ridwan.

Ridwan mengatakan, kasus ini telah diteruskan ke Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk ditangani sesuai prosedur. Ia memastikan proses penyelidikan akan dilakukan meski laporan baru mencuat.

"Intinya sudah dipantau kasusnya dan pimpinan nanti yang menyikapi karena baru tadi malam ramai itu," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU