Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 11:45 WIB

Viral Oknum TNI di Bantaeng Diduga Tampar Sopir Penjual Sayur karena Bendera One Piece, Kasus Berakhir Damai

Author

Oknum TNI di Bantaeng diduga tampar penjual sayur karena pasang bendera One Piece di mobilnya. (Foto: Dok. Istimewa)

SULSEL - Viral di media sosial seorang oknum TNI diduga menampar sopir pedagang sayur di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, hanya karena memasang bendera One Piece di mobilnya. Kodim 1410/Bantaeng mengklarifikasi kejadian itu hanya kesalahpahaman.

Peristiwa itu terjadi kawasan Terminal Sasayya Bantaeng, pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 15.00 WITA. Korban bernama Pardi tiba-tiba dicegat seorang babinsa sebelum masuk terminal.

Kakak korban, Dandy Thoriq menjelaskan, adiknya beserta istri merupakan pedagang sayur asal Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Mereka tiap hari membawa sayurnya untuk dijual di Terminal Bantaeng.

"Pada hari kejadian adik saya hendak berjualan seperti biasa. Namun sebelum masuk terminal, tiba-tiba datang oknum TNI Babinsa mengadang mobil pikap adik saya," ujarnya, Sabtu (9/8).

Baca juga: Pria di Gowa Ancam Sopir Truk Pakai Busur karena Cemburu Istri Digoda

Dandy melanjutkan, babinsa itu kemudian tanpa basa-basi memfoto pelat mobil, bendera anime, dan juga korban beserta istri dan anaknya yang berada di dalam mobil.

Oknum TNI itu lalu bertanya soal bendera One Piece di mobil. Saat dijawab, pelaku langsung menampar wajah korban.

"Dia bertanya, 'Kau warga negara apa?' sambil menampar adik saya," jelas Dandy.

Baca juga: Jejak Perang Dunia II: Bunker Bersejarah Peninggalan Jepang Ditemukan di Parepare

Dandy mengungkapkan, adiknya memang sudah sejak lama menggemari One Piece. Ia menyukai anime tersebut sehingga memasang bendera ikoniknya di mobil.

Menurut Dandy, keluarganya telah melaporkan kejadian itu ke pihak terkait. Ia menyebut pelaku meminta damai, namun pihak keluarga menolak sebelum ada klarifikasi permintaan maaf berupa video.

"Kalaupun kami damai, pelaku harus membuat video klarifikasi permohonan maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat," tegas Dandy.

Baca juga: PSM Makassar Ditahan Imbang Persijap 1-1 di Partai Pembuka Super League, Kemenangan Buyar di Ujung Laga

Akibat insiden ini, Pardi dan istrinya terpaksa berhenti berjualan sementara. Padahal ia adalah tulang punggung keluarga.

"Dia adalah tulang punggung keluarga, tapi sudah dua hari tak berjualan," tambah sang kakak.

Sementara itu, pihak Kodim 1410/Bantaeng menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah diselesaikan. Kedua belah pihak telah dipertemukan dan sepakat berdamai.

"Sudah kita panggil (kedua pihak). Sudah dimediasi, hanya kesalahpahaman," kata Pasi Intel Kodim 1410/Bantaeng, Lettu Inf Harfil, Minggu (10/8).

Baca juga: Gadis Asal Soppeng Wakili Sulsel di Miss Grand Indonesia 2025, Siap Promosikan Budaya Daerah

Harfil mengungkapkan proses mediasi dilakukan di Kantor Polisi Militer (POM) pada hari kejadian, Kamis (7/8) malam. Keluarga korban juga diminta mencabut laporan.

"Keluarga yang bersangkutan (sopir) sudah kita sampaikan untuk mencabut laporan," katanya.

Harfil memastikan kedua pihak telah menandatangani surat perdamaian untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dia pun berharap kasus ini tidak lagi diperpanjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU