SULSEL - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memastikan penanganan kasus dugaan kekerasan anak di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Takalar terus berjalan. Pendampingan intensif kepada korban juga dilakukan untuk menjamin perlindungan maksimal.
Melalui UPT PPA Provinsi Sulsel, pemerintah berkoordinasi dengan UPTD PPA Kabupaten Takalar guna menghadirkan layanan terpadu. Pendampingan mencakup aspek hukum, psikologis, dan sosial secara berkelanjutan.
Kasus ini mencuat setelah informasi dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok pesantren di Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara.
Tim UPTD PPA Takalar bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi pada Senin (27/4/2026). Mereka berkoordinasi dengan pihak pondok dan aparat setempat untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
Baca juga: Kasus Santri Dipaksa Isap Vape di Pangkep, Pemprov Sulsel Turun Tangan Dampingi Korban
"Kasus ini tetap berproses dan kami memastikan pendampingan terhadap korban terus dilakukan," ujar Kepala DP3A Dalduk KB Sulsel, Nursidah dalam keterangannya, Kamis (30/4).
Hasil penjangkauan menunjukkan pihak pondok mengakui adanya insiden tersebut. Namun, informasi yang beredar di media sosial disebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pemprov Sulsel menegaskan seluruh fakta akan diverifikasi melalui proses hukum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus melindungi hak korban.
Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Proses hukum terus berjalan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
Baca juga: Santri di Pangkep Positif Narkoba Usai Dipaksa Isap Vape, BNNP Selidiki
Secara internal, pihak pondok telah menjatuhkan sanksi kepada santri yang diduga terlibat. Salah satu santri diberhentikan, sementara lainnya masih menjalani pembinaan.
Terkait dugaan keterlibatan tenaga pendidik, pihak pondok menyatakan tidak ditemukan unsur kekerasan. Oknum yang disorot disebut justru berupaya meredam situasi saat kejadian.
Identitas seluruh pihak dirahasiakan demi melindungi anak di bawah umur. Pemprov Sulsel menekankan pentingnya menjaga privasi korban dalam setiap proses penanganan.
Hasil penelusuran juga mengungkap lokasi kejadian berada di area yang belum terjangkau CCTV. Meski demikian, sebagian area pondok telah dilengkapi sistem pengawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Sulsel