Ilustrasi pengguna vape. (Foto: Freepik)
SULSEL - Kasus dugaan penyalahgunaan narkotika menyeret lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Seorang santri dilaporkan positif narkoba setelah diduga dipaksa mengisap rokok elektrik atau vape.
Peristiwa ini terungkap usai korban jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit di Makassar pada Sabtu (18/4/2026). Kecurigaan orang tua mendorong laporan ke BNNP Sulsel hingga dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Orang tuanya mendapatkan cerita dari anaknya, bahwa dia diberikan, kayak dipaksa untuk mengisap vape. Setelah itu kita lakukan pemeriksaan dan tes urine, memang hasilnya dinyatakan positif," kata Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Sulsel, Kombes Ardiansyah, Rabu (29/4).
Baca juga: 2 ASN Toraja Utara Terjaring Razia BNN Positif Narkoba
Menindaklanjuti laporan tersebut, BNNP Sulsel melakukan penggeledahan di lingkungan ponpes. Hasilnya, petugas menemukan 15 jenis liquid vape yang diduga menjadi sumber paparan.
"Dari 15 jenis liquid yang kita periksa, 1 mengandung positif MDMA atau sintetis. Ini yang juga digunakan oleh korban," ungkapnya.
BNNP menduga tidak hanya satu korban yang terpapar dalam kasus ini. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan kandungan zat dalam liquid tersebut.
"Kita belum bisa lakukan pemeriksaan kalau kita belum tahu kandungan liquid itu. Setelah itu baru kita dalami kepada yang memberikannya," jelas Ardiansyah.
Baca juga: Pengemudi Wanita di Makassar Diamuk Massa usai Tabrak Lari Pengendara, Ternyata Positif Narkoba
Ardiansyah menuturkan, pemeriksaan mendalam terhadap korban juga belum dilakukan karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. Proses interogasi akan dijadwalkan ulang setelah hasil labfor keluar.
"Setelah kita mendapatkan hasil labfor, kita akan lakukan pemeriksaan kembali ke korban," terangnya.
BNNP Sulsel kini menelusuri asal-usul liquid vape yang mengandung narkotika tersebut. Kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika cair di Sulawesi Selatan.
"Kasus ini akan kita dalami, mudah-mudahan kita bisa menemukan sumber barang tersebut," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan