SULSEL - Seorang siswa SMA asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mencuri perhatian setelah berhasil menemukan celah keamanan di situs kampus luar negeri. Aksinya berbuah pengakuan resmi dari University of San Diego, Amerika Serikat.
Pelajar bernama Muhammad Syahrir Hamdani itu mengungkap awalnya hanya mencoba peruntungan melalui program bug hunting yang dibuka pihak kampus. Dari situ, ia berhasil mengidentifikasi kerentanan sistem hingga bisa mengakses dan mengedit data.
"Jadi awalnya saya iseng, itu dari kampus San Diego buka bug hunting, siapapun yang dapat celah keamanan itu dapat sertifikat apresiasi," ujar Syahrir, Rabu (29/4/2026).
Ia mulai melakukan riset sejak Januari 2026 dengan pendekatan analisis keamanan secara mandiri. Dalam prosesnya, Syahrir menemukan titik lemah pada sistem website tersebut.
Baca juga: Siswa SD-SMP di Bone Unjuk Kreativitas dalam Festival Seni dan Budaya Volume II
"Saya mencoba melakukan riset keamanan terhadap website dan ada kerentanan dari website, saya bisa lihat, saya bisa edit," jelasnya.
Menariknya, siswa kelas 2 SMA ini hanya membutuhkan waktu dua hari untuk menemukan celah tersebut. Temuannya kemudian diakui oleh pihak kampus sebagai bagian dari kontribusi dalam penguatan sistem keamanan.
"Saya dapat itu cuma 2 hari, saya coba scanning sebentar dan dapat celah kerentanan," beber Syahrir.
Di dalam negeri, Syahrir juga dikenal aktif dalam menemukan celah keamanan berbagai platform digital. Sejumlah penghargaan telah ia terima dari instansi pemerintah hingga perusahaan swasta.
Baca juga: Heboh Video Mesum Diduga Pelajar SMA di Luwu Timur, Durasi 1 Menit 19 Detik
"Kalau di dalam negeri itu lumayan banyak saya dapat penghargaan terkait menemukan kerentanan dalam website," katanya.
Ketertarikannya pada dunia digital sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Akses internet dari warnet milik keluarga menjadi pintu awal Syahrir belajar secara otodidak.
"Sejak SMP belajar. Dulu itu ada warnet di rumah jadi akses saya lebih mudah untuk belajar," paparnya.
Ia mengaku termotivasi mendalami keamanan siber karena maraknya kasus peretasan situs di Indonesia. Syahrir berharap kemampuannya dapat membantu meningkatkan perlindungan data, khususnya pada sistem milik pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan